RAGAM DAN VARIASI BAHASA

Kamis, 01 Oktober 2015


Ragam dan Variasi Bahasa
1.      Ragam Bahasa
Adanya beragam bahasa terjadi karena fungsi, kedudukan, dan lingkungan yang berbeda-beda.  Berikut ini jenis – jenis ragam bahasa, diantaranya :
a.       Ragam Bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis.
Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
·         Memerlukan kehadiran orang lain.
·         Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap.
·         Terikat ruang dan waktu.
·         Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara
·         Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi
·         Kesalahan dapat langsung dikoreksi
Contoh ragam lisan adalah ‘sudah saya baca buku itu.’
b.      Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh karena itu, dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan di dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
Ciri-ciri ragam tulis :
·         Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara
·         Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu.
·         Harus memperhatikan unsur gramatikal
·         Berlangsung lambat
·         Selalu memakai alat bantu;
·         Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
·         Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca..
Contoh ragam tulis adalah ’Saya sudah membaca buku itu.’
c.       Perbedaan ragam lisan dan tulis yaitu :
·         Ragam lisan mengendaki adanya orang kedua, teman bicara sedangkan ragam tulis tidak mengharuskan.
·         Dalam Ragam lisan unsur-unsur gramatikan seperti subjek, prediket dan objek tidak selalu dinyatakan, sedangkan ragam tulis harus dinyatakan.
·         Ragam lisan sangat terikan pada kondisi, situasi, ruang dan waktu sedangkan ragam tulis tidak.
·         Ragam lisan dipengaruhi oleh intonasi suara sedangkan ragam tulis dipengaruhi oleh tanda baca, huruf kapital dan huruf miring.
d.      Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur.
Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia terdiri dari beberapa ragam diantara nya adalah :
·         Ragam dialek
Contoh : ‘Gue udah baca itu buku.’
·         Ragam terpelajar
Contoh :  ‘Saya sudah membaca buku itu.’
·         Ragam resmi
Contoh : ‘Saya sudah membaca buku itu.’
·         Ragam tak resmi
Contoh : ‘Saya sudah baca buku itu.’
e.        Ragam Sosial Dan Ragam Fungsional
·         Ragam Sosial
Ragam sosial adalah ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat.
·         Ragam Fungsional
Ragam fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya.

2.      Variasi Bahasa
variasi bahasa adalah sejenis ragam bahasa  yang pemakaiannya disesuaikan dengan fungsi dan situasinya, tanpa mengabaikan kaidah-kaidah pokok yang berlaku dalam bahasa yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan, variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa.
a.       Variasi berdasarkan fungsinya atau dari segi pemakaian
Variasi bahasa berkenaan dengan penggunanya, pemakainya atau fungsinya disebut fungsiolek, ragam atau register. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan, gaya, atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. Misalnya, bidang sastra, jurnalistik, pertanian, militer, pelayaran, pendidikan, dsb.
b.      Variasi dari segi keformalan
Menurut Martin Joos, variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam), yaitu:
·         Ragam beku (frozen) adalah variasi bahasa yang paling formal, yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. Misalnya, dalam khotbah, undang-undang, akte notaris, sumpah, dsb.
·         Ragam resmi (formal) adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan, rapat dinas, ceramah, buku pelajaran, dsb.
·         Ragam usaha (konsultatif) adalah variasi bahasa yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah, rapat-rapat, ataupun pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. Wujud ragam ini berada diantara
·         ragam formal dan ragam informal atau santai.
Ragam santai (casual) adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat, berolahraga, berekreasi, dsb. Ragam ini banyak menggunakan bentuk alegro, yakni bentuk ujaran yang dipendekkan.
·         Ragam akrab (intimate) adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab, seperti antar anggota keluarga, atau teman karib. Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap dengan artikulasi yang tidak jelas.
c.       Variasi dari segi sarana
Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam lisan dan tulis.
Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.
Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual. Ragam bahasa ini dipengaruhi oleh bentuk, pola kalimat dan tanda baca.

3.      Ciri-ciri Ragam Bahasa Ilmiah

a.       Pengertian Ragam Ilmiah
Ilmiah itu merupakan kualitas dari tulisan yang membahas persoalan-persoalan dalam bahasa Indonesia bidang ilmu tertentu. Kualitas keilmuan itu didukung juga oleh pemakaian bahasa dalam ragam ilmiah. Jadi, ragam bahasa ilmiah itu mempunyai sumbangan yang tidak kecil terhadap kualitas tulisan ilmiah. Ragam ilmiah merupakan pemakaian bahasa yang mewadahi dan mencerminkan sifat keilmuan dari karya ilmiah.
Bahasa Indonesia ragam ilmiah merupakan salah satu ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Sebagai bahasa yang digunakan untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari keempatnya, bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk komunikasi ilmiah, baik secara tertulis maupun lisan.
b.      Karakteristik Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah
karakteristik ragam bahasa ilmiah ialah:
·         mencerminkan sikap ilmiah
·         transparan
·          lugas
·          menggunakan paparan (eksposisi) sebagai bentuk karangan yang utama
·         membatasi pemakaian majas (figures of speech)
·         penulis menyebut diri sendiri sebagai orang ketiga (penulis, peneliti)
·         sering menggunakan definisi, klasifikasi, dan analisis, (8) bahasanya ringkas tetapi padat
·          menggunakan tata cara penulisan, dan format karya ilmiah secara konsisten (misalnya dalam merujuk sumber dan menyusun daftar pustaka), (10) dan menggunakan bahasa Indonesia baku.
Sikap ilmiah yang harus tercermin dalam ragam ilmiah ialah sikap objektif, jujur, hati-hati, dan saksam. Ragam ilmiah bersifat cendekia (intelektual), artinya bahasa Indonesia ragam ilmiah itu dapat digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yaitu mampu membentuk pernyataan yang tepat dan saksama.
Ragam ilmiah  bersifat transparan dalam arti kata-kata itu membawa pembaca langsung ke maknanya; kata-kata yang digunakan hendaknya tidak bermakna ganda (ambigu). Kata-kata yang dipilih hendaknya kata-kata yang denotatif bukan konotatif.
Bahasa ragam ilmiah bersifat lugas, dalam arti menggambarkan keadaan atau fakta sebagaimana  adanya. Ragam ilmiah tidak berbunga-bunga penuh ornamen seperti ragam bahasa sastra. Ragam ilmiah tidak berputar-putar dalam menuju ke satu tujuan, bahasa ragam ilmiah langsung menuju ke sasaran, langsung ke pokok masalah.
Bentuk karangan  utama yang digunakan dalam tulisan ilmiah ialah paparan atau eksposisi, dan dapat diselingi deskripsi,  argumentasi, narasi. Dalam tulisan ilmiah ada sesuatu yang perlu dideskripsikan, kadang diceritakan, atau beberapa definisi diperbandingkan dan dibahas secara lebih tepat. Seperti yang sudah disebutkan, dalam paparan banyak digunakan definisi, klasifikasi atau analisis.
Berbeda dengan tulisan ragam sastra, dalam ragam ilmiah pemakaian majas dibatasi. Majas itu sebenarnya juga menjelaskan, tetapi lebih mengacu pada imajinasi daripada realitas. Dalam ragam sastra, majas dapat menumbuhkan “keremang-remangan” suatu hal yang kadang memang diupayakan dalam karya sastra yang berbentuk puisi. Mengapa majas hanya dibatasi dan tidak disingkirkan? Karena dalam ragam bahasa ilmiah terdapat kata atau istilah yang sebenarnya semula berupa majas, misalnya mewatasi, melahirkan, membuahkan.
Dalam ragam ilmiah, penyebutan penulis bukan aku atau saya melainkan penulis atau dalam hal laporan hasil penelitian, peneliti, atau kalimat-kalimatnya menggunakan bentuk pasif, sehingga penyebutan penulis dapat dilesapkan.
Ragam bahasa ilmiah bersifat ringkas berpusat pada pokok permasalahan. Kalimat-kalimatnya harus hemat, tidak terdapat kata-kata yang mubazir. Namun kalimat-kalimatnya  harus lengkap, bukan penggalan kalimat.
Ragam bahasa ilmiah harus mengikuti tata tulis karya ilmiah yang standar. Misalnya penggunaan salah satu sistem penulisan rujukan atau catatan kaki  diterapkan secara konsisten, demikian pula dalam menyusun daftar pustaka.
Pemakaian bahasa dalam tulisan ilmiah termasuk pemakaian bahasa dalam situasi resmi. Pemilihan kata (diksi) harus memenuhi beberapa prinsip, yaitu ketepatan, kebakuan, keindonesiaan, dan kelaziman. Dalam prinsip ketepatan, kata yang dipilih secara tepat sesuai dengan yang dimaksudkan. Prinsip kebakuan menekankan pemakaian kata baku. Prinsip keindonesiaan menyarankan penggunaan kata-kata bahasa Indonesia. Prinsip kelaziman, menyarankan penggunaan kata-kata yang sudah umum.

DAFTAR PUSTAKA
1.      http://roisah.weebly.com/ragam-bahasa.html jumat , 02-10-2015 pukul 11.00
3.      Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

pengertian bahasa dan fungsi bahasa

Kamis, 24 September 2015

1. Pengertian Bahasa
Pengertian bahasa menurut para ahli
a.      WIBOWO (2001)
Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
Mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.

b.      WALIJA (1996)
Menggunakan definisi bahasa adalah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada oramglain.
c.       FERDINAND DE SAUSSURE
Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.
Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa adalah alat untuk berinteraksi ataau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, baahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis dan beragam.
Bahasa merupakan sebuah sistem , yang artinya bahasaa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpilkan bahwa setiap suatu ujaaran bahasa meemiliki makna

2.      Fungsi Bahasa
Fungsi umum bahasa indonesia adalah sebagai alat komunikasi sosial. Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan dapat disampaikan melalui bahasa.
a.       Sebagai ekspresi diri
Semenjak dilahirkan di bumi, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah-ibunya. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. 
Bahasa sebagai ekspresi diri dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai yang paling kompleks atau tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Ekspresi sederhana, misalnya, untuk menyatakan cinta (saya akan senatiasa setia, bangga dan prihatin kepadamu), lapar (sudah saatnya kita makan siang).

b.      Sebagai alat komunikasi
Komunikasi sebagai akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).
 Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.
Contoh bahasa sebagai alat komunikasi :
·         Bahasa sebagai alat komunkasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita
·         Dengan komunikasi , kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
·         Dengan komunikasi kita dapat mempelajari dan mewaisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
·          Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya kandang atau tempat.

c.       Sebagai alat integrasi atau penyatuan dan adaptasi sosial.
Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Anggota-anggota masyarakat  hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. Ia memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya (Gorys Keraf, 1997 : 5).
Bahasa selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi dengan lingkungan sosial, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.
d.      Sebagai alat kontrol sosial.
Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.
Contoh fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Contohnya untuk meredam rasa amarah kita, menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif. Di dalam tulisan kita, kita bisa menuangkan rasa marah kita dalam sebuah tulisan.

3.      Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia

a.       Sebagai bahasa Indonesia
Tanggal 28 Oktober 1928, pada hari “Sumpah Pemuda” lebih tepatnya, Dinyatakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional memilki fungsi-fungsi sebagai berikut :
·         Sebagai identitas nasional
·         Sebagai kebanggan bangsa
·         Sebagai alat komunikasi
·         Sebagai pemersatu bangsa yang berbeda suku, ras, agama dan budaya
b.       sebagai bahasa negara
Dalam UUD 1945 bab XV, pasal 36, telah ditetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara. Dengan demikian, selain berkedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa negara.
Pada tanggal 25-28 Februari 1975, Hasil perumusan seminar polotik bahasa Nasional yang diselenggarakan di jakarta. berikut fungsi dan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah : 
·         Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
·         Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
·         Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
·         Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi

4.      Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia dan Kedudukan Bahasa Indonesia 
Pertama kali bahasa Indonesia memiliki ejaan adalah ejaan yang disusun oleh Mr.Soewandi.Namun sebenarnya tata ejaan untuk bahasa yang kita pakai pertama kali disusun pada 1901 dalam Kitab Logat Melayu yang judul aslinya adalah Maleische Spraakkhunst . Ketika itu bahasa yand digunakan di Nusantara memang masih bahasa Melayu .Akan tetapi ,setelah disepakati nama dan penggunaan bahasa Indonesia ,rakyat Indonesia menyebut bahasa mereka sebagai bahasa Indonesia . Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja. 
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting yang tercantum dalam :
·         Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, ”Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia
·         Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa ”Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.
Dari Kedua hal tersebut, maka kedudukan bahasa Indonesia sebagai:
·         Bahasa kebangsaan, kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah.
·         Bahasa negara (bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia)
Kebudayaan nasional yang beragam yang berasal dari masyarakat Indonesia beragam pula .Dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern agar jangkauan pemakaiannya lebih luas,penyebaran ilmu dan teknologi ,baik melalui buku pelajaran, buku populer ,majalah ilmiah maupun media cetak lain ,hendaknya menggunakan bahasa Indonesia

5.      Mengapa bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa indonesia ?
Bahasa melayu mempunyai peranan yang sangat penting di berbagai bidang atau kegiatan di Indonesia pada masa lalu. Bahasa ini tidak hanya sekedar sebagai alat komunikasi dibidang ekonomi (perdagangan). Tetapi juga dibidang visual (alat komunikasi massa). Politik (perjanjian antar kerajaan). Sejak itulah penguasaan dan pemakaian bahasa melayu menyebar ke seluruh pelosok kepulauan Indonesia.
Perkembangan bahasa melayu tersebut dinamakan perkembangan konseptual yang memiliki tiga bentuk. Pertama, perkembangan bahasa yang dipengaruhi oleh interaksi antar daerah, Kedua, perkembangan bahasa daerah yang lain, dan yang terakhir perkembangan bahasa yang di akibatkan oleh pertemuan bahasa melayu dalam konteks yang lebih luas.
Bahasa melayu berkembang berdasarkan interaksi dengan lingkungan sosial yang bersinggungan antar ruang dan waktu, yang mana terjadi suatu hal yang sedang mempengaruhi penggunaan bahasa. Historis tersebut dapat dilihat dari asal usul bahasa yang merupakan awal komunikasi antar orang yang menggunakan bahasa isyarat ke kata-kata yang semakin komunikatif.


Daftar Pustaka
1.      www.slideshare.net/vanny     
2.      http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
5.      Aanchoto. 2009. http://www.aanchoto.com/peristiwa-penting-yang-berkaitan-dengan-bahasa-indonesia.html .  25 September 2015 pada pukul 22.20
6.      Wahyu. BAB1. http://t_wahyu.staff.gunadarma.ac.id . 25september 2015 pada pukul 22.48
8.      http://www.dosenpendidikan.com/50-pengertian-bahasa-menurut-para-ahli/http://www.dosenpendidikan.com/50-pengertian-bahasa-menurut-para-ahli/ kamis, 24-september-2015 14:12
9.      abdul chaer dan leonie agustina, soiolinguistik perkenalan awal (jakarta : rineka cipta, 2010) hal 11

Bekerjasama dalam team (Kelompok) atau Team Work

Selasa, 23 Juni 2015



1.      Pengertian Kelompok
Menurut CH. Cooley kelompok ditandai oleh ciri-ciri saling mengenal antara anggota-anggotanya serta adanya kerjasama yang erat. Maksud pengertian kelompok menurut C.H Cooley adalah sesama anggota saling mengenal, termasuk mengenal secara kepribadian dan karakteristik masing-masing pribadi secara mendalam.
            
Kelompok adalah orang yang memiliki kepentingan yang sama dan memiliki beberapa landasan interaksi yang sama. Mereka diikat bersama oleh serangkaian hubungan sosial yang khas. Mulai dari kelompok orang yang mempunyai hobi yang sama, aktivitas yang sama, sampai kelompok orang yang berasal dari suatu daerah yang sama. Kelompok dapat terorganisasi secara ketat dan berjangka panjang, namun juga dapat bersifat cair dan sementara
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling bergantung dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama yang menyebabkan satu sama lain untuk saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948).
2.      Karakteristik Kelompok

Ø  Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
Ø  Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
Ø  Struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok dan bekerja sebagai suatu unit.
Ø  Anggota kelompok memiliki minat dan tujuan yang sama.
Ø  Individu yang bergabung dalam kelompok saling mengenal satu sama lain dan dapat membedakan orang-orang yanng bukan termasuk anggota kelompok.



3.      Tahapan dan Pembentukan Kelompok.

Perkembangan sebuah kelompok selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membentuk sebuah kelompok sebagai berikut :

a.      Forming, yaitu tahap ini  merupakan tahap pembentukkan dimana semua anggota kelompok terjadi hubungan yang harmonis
b.      Storming, yaitu pada tahap ini mulai terjadi perselisihan karena berbagai sebab. Penyebab utamanya karena visi, tujuan, dan sasaran yang harus dicapai tidak jelas karena anggotanya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Kejadian diatas mungkin bersumber pada kualitas pemimpin yang tidak efektif. Pada tahap ini kekuatan suatu kelompok akan diuji apakah bisa bertahan atau bisa jadi kelompok tersebut pecah atau di reshuffle.
c.       Norming, yaitu merupakan tahap dimana anggota kelompok mulai menyepakati norma dan aturan yang akan mereka jadikan pedoman atau pegangan dalam menjalankan kegiatan dalam kelompok sehingga perbedaan pendapat dapat diselesaikan dengan mudah dan dapat disepakati oleh semua anggota.
d.      Transforming, yaitu pada tahapan ini, tim telah menjadi dinamis karena pembentukan kelompok sudah terjadi dan mulai ada perubahan baik di masing-masing peserta maupun pada kelompok secara keseluruhan.
e.       Performing, yaitu pada tahap ini kelompok telah berhasil melewati tahap norming dan selanjutnya mereka mulai bekerja untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.
f.       Mourning, yaitu tahap akhir dari proses pembentukan sebuah kelompok. Pada tahapan ini, seluruh tugas telah selesai dikerjakan dan tujuan utama pembentukan kelompok sudah terpenuhi.

4.      Kekuatan Team-Work.
Teamwork  mutlak dilakukan untuk mewujudkan hasil optimal. Segala kekurangan dan  kelebihan para individu dapat saling menunjang dalam pencapaian sasaran dengan rasa tanggung jawab. Keselarasan, kesinambungan yang diharapkan oleh setiap anggota dalam pemberian sepenuhnya dari apa yang dimiliki, dari pemikiran-pemikiran yang positif dan saran-saran yang masuk akal.
Teamwork atau kerjasama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork  merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim. Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya

5.      Impikasi Manajerial.
Implikasi menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti sebab oleh sebab itu implikasi manajerial di bidang team atau kelompok mengakibatkan banyaknya keuntungan yaitu kegiatan kelompok yang dapat lebih direncakan karena ada proses management team. Untuk meningkatkan efektifitas teamwork dalam sebuah perusahaan diperlukan teamwork yanng baik antar staff bagian da divisi dalam perusahaannya tersebut, agar perusahaan dapat beerkembang dan maju lebih cepat.
DAFTAR PUSTAKA
a.       Subkhi, Akhmad., Muhammad Jauhar. 2013. Pengantar Organisasi & Perilaku Organisasi. Jakarta : Prestasi Pustaka.
b.      e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/article/.../142 diakses pada tanggal 23 juni 2015, pukul 20.55.
c.       http://candra-zulisman.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-karakteristik-kelompok.html diakses pada tanggal 23 juni 2015, pukul 19.30.
d.      https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/pengertian-dan-karakteristik-kelompok/ diakses  pada tanggal 20 juni 2015, pukul 20.40.
e.       Kaswan, 2014. Leadership and Teamworking. Bandung : Alfabeta,cv.