FRASA

Jumat, 11 Maret 2016

PENGERTIAN FRASA

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonprediktif. Nonprediktif maksudnya gabungan tersebut menduduki fungsi yang sama dalam kalimat, misalnya subjek, predikat, atau objek. Frasa memiliki unsur inti. Inti frasa merupakan unsur utama/ pokok yang diterangkan (D) dan atribut pewatas merupakan unsur yang menerangkan (M).
Berikut ini merupakan macam-macam frase berdasarkan distribusi unsur pembentuknya.
A. Frasa Eksosentris
Frasa Eksosentris merupakan frasa yang mempunyai ketidaksamaan penyebaran dengan unsurnya atau tidak memiliki inti frasa. Cirinya diawali kata depan dan sambung.
B. Frasa Endosentris
 Frasa endosentris adalah frasa yang memiliki kesamaan distribusi (penyebaran) dengan unsurnya atau memiliki inti frasa.
Frasa Endosentris dibagi dua : 
  1. Frasa endosentris koordinatif merupakan frasa endosentris yang terdiri atas unsur setara, dapat disidipi kata dan atau atau.
  2. Frasa endosentris atributif merupakan frasa endosentris yang terdiri atas ketidaksetaraan unsur. Frasa endosentris atribut dibagi tiga sebagai berikut : 
  • Atribut berimbuhan . contohnya : anak tertua, garis pembatas.
  • Atribut tidak berimbuhan. contohmya : sedang makan, halaman luas
  • Endosentris Apositif. Frasa endosentris apositif adalah frasa endosentris yang atributnya berupa keterangan tambahan

Menentukan ide pokok atau gagasan utama

Menentukan Ide Pokok Atau Gagasan Utama
  
Paragraf merupakan bagian dari suatu karagan. Paragraf mengandung beberapa unsur. Unsur-unsur yang terdapat dalam paragraf berupa masalah, ide, pokok, kalimat utama, kalimat penjelas, fakta, ataupun pendapat.
Masalah merupakan sesuatu yang harus diselesaikan atau dicari jalan keluarnya. Ide Pokok merupakan gagasan yang mendasari terbentukya sebuah paragraf. Ide pokok disebut juga gagasan utama atau gagasan pokok. Ide pokok terletak diawal, akhir , awal dan akhir atau diseluruh paragraf. Ide pokok dalam suatu paragraf didukung oleh beberapa kalimat penjelas.
Paragraf yang memiliki ide pokok diawal paragraf disebut paragraf deduktif. Paragraf yang memiliki ide pokok diakhir disebut paragraf induktif. Paragraf yang memiliki ide poko didepan dan dibelakang disebut paragraf campuran. Paragraf yang memiliki ide pokok diseluruh paragraf disebut paragraf narasi.

MEMBACA NON SASTRA

A. Memaknai Kata/Istilah

Paragraf disusun menggunakan kalimat-kalimat saling berkaitan. Kalimat dalam paragraf disusun dari beberapa kata. Setiap kata tersebut memiliki makna atau arti. Oleh sebab itu, dalam membentuk kalimat atau paragraf sebuah kata harus benar-benar dippilih agar mampu menyampaikan maksud penulis.
Kesalahan penggunaan kata-kata atau istilah akan menimbulkan penafsiran berbeda. Kata-kata atau istilah yang digunakan dapat berupa kata baku, kata bersinonim, kata berantonim, kata bermakna konotasi atau denotasi, dan kata yang mengalami perubahan makna. Istilah berhubungan dengan pengungkapan makan konsep, proses, keadaan atau sifat dibidang tertentu.
 Makna kata atau istilah yang sering muncul dalam soal UN adalah makna kata leksikal. Makna leksikal merupakan makna yang terdapat pada kata dasarnya tanpa bergabung dengan bentuk lain. Makna leksikal dapat dilihat dalam kamus bahasa Indonesia.
B. Mengindetifikasi Informasi Tersurat dalam Teks Nonsastra
Sebuah paragraf atau bacaaan mengungkapkan suatu informasi tersurat berupa peristiwa, gagasan, atau masalah. Masalah dalam bacaan dapat berupa fakta dan opini.
Fakta merupakan peristiwa atau kejadian benar-benar terjadi. Semua orang akan mengatakan pernyataan sama terhadap sebuah fakta. Lawan dari kata fakta adalah pendapat (opini). Pendapat (opini) merupakan gagasan, ide, atau pemikiran seseorang terhadap suatu peristiwa, objek, atau masalah. Pendapat seseorang terhadap suatu masalah atau peristiwa dapat berbeda dari pendapat orang lain.
Masalah atau peristiwa yang terdapat dalam teks dapat dibuat sebuah pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam teks. Pernyataantentang isi teks atau bacaan menggunakan kata tanya sebagai berikut:
1. Apa untuk menanyakan masalah, peristiwa atau kejadian yang dibahas dalam teks
2. Siapa untuk menanyakan orang yang dibahas dalam teks
3. Di mana untuk menanyakan tempat peristiwa yang dibahas dalam teks
4.  Kapan, untuk menanyakan waktu peristiwa yang dibahas dalam teks
5. Mengapa, untuk menanyakan sebab, masalah , peristiwa, atau kejadian dalam teks
6. Bagaimana untuk menanyakan proses terjadinya masalah atau kejadian dalam teks
 Objek atau masalah tersebut diungkapkan penulis dengan tujuan tertentu. Tujuan tersebut ditujukan kepada pembaca.

PROPOSAL SKRIPSI

Senin, 18 Januari 2016

PROPOSAL SKRIPSI

Aplikasi Berbasis Web
 
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI WEB BERBASIS CONTENT MANAGEMENT SYSTEM (CMS) DENGAN FITUR MANAJEMEN PROYEK INTERAKTIF PADA PERUSAHAAN KOGENMEDIA JAKARTA
Oleh : 

Nama : Lia Puspa Anggraini
NIM : 59050683
 
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk penulisan Skripsi Program Studi Teknik Informatika Konsentrasi Web Technology IBII




KATA PENGANTAR

Proposal skripsi merupakan salah satu syarat untuk memperoleh izin penulisan skripsi di Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII). Sebagai bagian dari Program Studi Teknik Informatika dengan konsentrasi Web Technology, topik penelitian yang diajukan. Penulis untuk penyusunan skripsi adalah mengenai aplikasi web yang mengimplementasikan teknologi Content Management System (CMS) dan memiliki fitur utama berupa manajemen proyek interaktif.
Aplikasi web yang akan dikembangkan dalam penelitian ini selanjutnya akan diimplementasikan dalam situs web www.kogenmedia.biz, yang merupakan situs resmi milik perusahaan KogenMedia. KogenMedia adalah perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi pembentukan merek dan penyedia layanan multimedia. 
Penelitian ini merupakan proyek perusahaan yang dipercayakan kepada Penulis oleh Bapak Jason Felix Oktarianto, salah satu pendiri perusahaan KogenMedia, yang juga pernah mengajar di IBII sebagai dosen mata kuliah Interaksi Manusia-Komputer pada tahun 2007—2008.
Terbatasnya sumber yang membahas topik ini serta perusahaan yang mengimplementasikannya membuat proses penelitian menjadi cukup kompleks. Namun demikian, penelitian ini memberikan tantangan tersendiri bagi Penulis. Dengan adanya aplikasi seperti ini, diharapkan pengaturan dan penyajian informasi melalui situs web akan menjadi lebih mudah. Selain itu, proses manajemen proyek akan menjadi lebih efektif dan efisien dan hasilnya lebih optimal.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyusunan proposal skripsi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis berharap proposal ini dapat diterima dengan baik agar dapat dilanjutkan dengan penulisan skripsi. Penulis juga berharap agar aplikasi ini dapat memberikan manfaat yang berarti bagi pihak-pihak yang membutuhkan
 Jakarta,April2009

Penulis


DAFTAR ISI

1. LATAR BELAKANG MASALAH ...........................................................................7
2. MASALAH .................................................................................................................9
a. Identifikasi Masalah ..................................................................................................9
b. Batasan Masalah ......................................................................................................10
c. Rumusan Masalah ....................................................................................................10 
3. BATASAN PENELITIAN ........................................................................................11
a. Rencana Penelitian ...................................................................................................11
b. Jadwal Penelitian ......................................................................................................11
c. Dimensi Waktu Data ................................................................................................11
d. Variabel Penelitian ...................................................................................................12
e. Definisi Operasional ................................................................................................12
4. METODE PENELITIAN ........................................................................................13
a. Teknik Penelitian .....................................................................................................13
b. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................................14
c. Metode Pengembangan Sistem ...............................................................................14
5. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN ............................................................15
a. Tujuan Penelitian ......................................................................................................15
b. Manfaat Penelitian...................................................................................................15
6. LANDASAN TEORI ...............................................................................................16
a. Aplikasi Web .............................................................................................................16
b. Content Management System (CMS) .....................................................................16
c. Manajemen Proyek ...................................................................................................17
d. Rapid Application Development (RAD) ...................................................................17
e. Prototyping .................................................................................................................18
f. Object-Oriented Analysis and Design (OOAD) ........................................................18
g. Unified Modeling Language (UML) .........................................................................19
h. Structured Query Language (SQL) ...........................................................................19
i. Eight Golden Rules of Interface Design ....................................................................20
j. Usability .......................................................................................................................21
k. Hypertext Markup Language (HTML) ................................................................... 22
l. Hypertext Preprocessor (PHP) ...................................................................................22
m. JavaScript ...................................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................23


1. LATAR BELAKANG MASALAH

Kemajuan yang sangat pesat di bidang teknologi informasi memberikan pengaruh yang besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Pengaruh yang paling nyata terlihat pada perubahan mendasar terhadap cara orang melakukan transaksi, terutama dalam dunia bisnis. Salah satu hasil kemajuan teknologi informasi yang berkontribusi besar terhadap perubahan ini adalah internet. Dengan adanya internet, cara perusahaan melakukan transaksi berubah, dari cara lama yang prosesnya mengorbankan waktu dan biaya yang besar menjadi proses yang lebih cepat dan lebih mudah. 
Kelebihan yang ditawarkan internet membuat KogenMedia merasakan tuntutan untuk dapat menyediakan layanan secara online. KogenMedia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi pembentukan merek dan penyedia layanan multimedia. Layanan dan produk yang ditawarkan oleh KogenMedia meliputi branding service (logo, corporate identity, visual communication system & strategy, naming & verbal branding), printed material development (printed company profile & annual report, brochures, packaging, product catalogue, dan lain-lain), digital multimedia development (company profile video, computer-based training, interactive multimedia presentation & CD, virtual reality & simulation, video bumper, website & portal, multimedia kiosk, dan lain-lain), serta advertising & campaign services (advertising campaign development [printed maupun digital], media planning, buying & placement).
Saat ini KogenMedia telah dipercaya beragam klien dalam proyek nasional maupun multinasional. Sebagai perusahaan yang sedang berkembang pesat, KogenMedia ingin meningkatkan awareness terhadap perusahaan melalui media pemasaran yang menarik, dinamis, dan mudah diakses oleh publik. Selain itu, KogenMedia juga ingin mengoptimalkan pelayanan demi kepuasan kliennya, namun dengan proses yang efektif dan efisien.
Untuk menjangkau klien-klien di berbagai wilayah, KogenMedia membutuhkan sarana pendukung agar kebutuhan dari kedua belah pihak dapat disampaikan dengan baik selama berlangsungnya proses manajemen proyek. Sampai saat ini, sarana pendukung yang digunakan terbatas pada alat komunikasi standar serta tatap muka, yang tentunya membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi, terutama untuk klien yang lokasinya jauh seperti di luar kota.
Adanya kepentingan untuk mengefisiensikan biaya operasional perusahaan dapat mengakibatkan proses manajemen proyek menjadi kurang efektif, misalnya untuk meminimalkan biaya transportasi, kegiatan diskusi dengan klien dikurangi. Akibatnya hasil proyek tidak sesuai dengan harapan sehingga klien menjadi kecewa.
Kepuasan klien terhadap layanan dan hasil kinerja akan sangat mempengaruhi image perusahaan sehingga hal ini menjadi perhatian penting bagi perusahaan yang sedang berkembang pesat seperti KogenMedia. Agar setiap proyek dapat mencapai keberhasilan, keterlibatan klien dalam proses pengembangan adalah suatu keharusan yang mutlak. Proyek yang berhasil adalah proyek yang dapat diselesaikan dengan tepat waktu, tepat biaya, dan sesuai kebutuhan yang diharapkan oleh pengguna. Untuk itu, KogenMedia, sebagai perusahaan pengembang proyek, perlu menyediakan waktu yang cukup agar klien dapat berpartisipasi serta memberikan persetujuan untuk setiap langkah dalam analisis dan pengembangan proyek.
Berdasarkan permasalahan yang ada di KogenMedia, dibutuhkan suatu solusi untuk memudahkan pertukaran informasi, dengan biaya yang tidak mahal, antara perusahaan dengan klien pada khususnya dan publik pada umumnya. Solusi tersebut dapat diwujudkan dengan memanfaatkan potensi teknologi informasi, yaitu melalui suatu aplikasi berbasis web. Aplikasi ini dapat berfungsi sebagai media pemasaran yang efektif dan efisien karena mudah diakses dan dioperasikan, dan implementasinya pun tidak mahal.
Dengan menerapkan teknologi Content Management System (CMS), aplikasi ini dapat memudahkan pengaturan dan penyajian informasi dalam berbagai bentuk yang menarik (multimedia), bahkan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan teknis sekalipun. Teknologi CMS juga memungkinkan informasi yang dinamis, yaitu dapat diubah atau diperbaharui sewaktu-waktu sesuai kebutuhan perusahaan.
Selain sebagai media pemasaran, aplikasi ini juga dapat menjawab kebutuhan akan proses manajemen proyek yang lebih cepat, fleksibel, dan produktif dengan cara memberikan bantuan kepada klien maupun pengembang untuk memilih, menganalisa, mengembangkan, menerapkan, memantau, dan mengevaluasi kebutuhan proyeknya secara interaktif melalui internet. Selain itu, layanan online ini juga mampu mengintegrasikan informasi proyek, dari awal sampai akhir proses, guna memudahkan penelusuran jika suatu waktu proyek mengalami kegagalan dan sekaligus juga sebagai dokumentasi proyek.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, Penulis memilih judul ”Analisis dan Perancangan Aplikasi Web Berbasis Content Management System (CMS) dengan Fitur Manajemen Proyek Interaktif pada Perusahaan KogenMedia Jakarta” untuk penulisan skripsi sebagai syarat kelulusan S1. Melalui penelitian ini, diharapkan KogenMedia akan memiliki sejumlah keunggulan dengan adanya sistem yang terintegrasi dan dapat diakses dengan mudah secara online.
2. MASALAH

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang tepat dapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan layanan dan kinerjanya. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kepuasan klien yang tentunya akan menguntungkan perusahaan itu sendiri. Dalam menganalisis dan merancang aplikasi web berbasis Content Management System (CMS) dengan fitur manajemen proyek interaktif ini, banyak masalah yang akan dijumpai. Masalah-masalah tersebut akan diuraikan dan dirangkum sebagai berikut. 
IDENTIFIKASI MASALAH
Identifikasi masalah merupakan dasar penting dalam kegiatan penelitian. Berdasarkan kondisi yang ada di perusahaan KogenMedia saat ini, Penulis mengidentifikasi masalah yang akan diteliti, yaitu sebagai berikut:
1) Perusahaan ingin memperbaharui situs web-nya dengan mengimplementasikan teknologi Content Management System (CMS) untuk memudahkan penyajian informasi yang menarik dan dinamis.
2) Perusahaan ingin melakukan efisiensi terhadap biaya operasional dengan menggunakan teknologi internet sebagai sarana pertukaran informasi dengan klien selama proses manajemen proyek.
3) Perusahaan ingin meningkatkan efektifitas proyek melalui aplikasi web yang memungkinkan klien untuk memantau dan berinteraksi secara intensif dalam setiap tahapan pengembangan proyek guna mencapai hasil yang optimal.
4) Perusahaan ingin melakukan dokumentasi pada setiap tahapan proses manajemen proyek guna memudahkan penelusuran jika terjadi kegagalan proyek serta sebagai tolok ukur untuk proyek berikutnya.
5) Perusahaan ingin meminimalkan piutang yang tertunggak pada klien dengan mengintensifkan informasi mengenai tagihan, status pembayaran, dan tanggal jatuh tempo pembayaran.
6) Perusahaan ingin melindungi sumber daya manusianya dengan tidak menampilkan informasi kepada klien mengenai detail anggota tim pengembang yang terspesialisasi pada setiap bagian proyek, melainkan hanya menampilkan informasi manajer proyeknya saja.
3. BATASAN MASALAH
Masalah-masalah yang telah berhasil diidentifikasi selanjutnya akan dibatasi pada masalah-masalah pokok saja. Masalah yang menjadi fokus perhatian dalam lingkup penelitian Penulis adalah sebagai berikut:
1) Aplikasi web berbasis Content Management System (CMS) yang dirancang memungkinkan penyajian informasi multimedia yang menarik (teks, gambar, suara, animasi, video, dan sebagainya) dan dapat diperbaharui sesuai kebutuhan perusahaan.
2) Informasi proyek yang sifatnya umum dapat dimasukkan dalam portfolio perusahaan untuk diakses oleh publik, sedangkan informasi proyek yang sifatnya khusus hanya dapat diakses oleh klien yang bersangkutan.
3) Informasi proyek yang dapat dipantau oleh klien, antara lain mengenai: tahapan pengembangan proyek dan status terakhir proyek deskripsi proyek jadwal kegiatan proyek sumber daya proyek (penanggung jawab, perangkat pendukung, dan sebagainya) dokumen proyek (kontrak, perjanjian, laporan, surat, dan sebagainya) produk keluaran proyek dokumentasi selama pengembangan proyek rincian biaya proyek, status pembayaran klien, dan tanggal jatuh tempo pembayaran
4) Klien dan manajer proyek dapat saling berinteraksi selama proses manajemen proyek dengan memberi masukan/komentar pada bagian yang disediakan dalam aplikasi web.
5) Setiap interaksi antara klien dengan tim pengembang proyek yang terjadi selama proses manajemen proyek akan didokumentasikan sebagai history proyek.
 RUMUSAN MASALAH
Dengan mengetahui batasan masalah, yang telah disebutkan sebelumnya, Penulis menetapkan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut.
1) Bagaimana mewujudkan aplikasi web dengan mengimplementasikan teknologi Content Management System (CMS) untuk menghasilkan situs web yang tampilannya menarik dan isinya dinamis?
2) Bagaimana mewujudkan aplikasi web yang memungkinkan manajemen proyek secara interaktif guna memaksimalkan hasil proyek dan meminimalkan biaya operasional?
BATASAN PENELITIAN
Agar penelitian terfokus dan tidak melebar maka ditetapkan batasan/ruang lingkup penelitian yang mencakup hal-hal sebagai berikut.
RENCANA PENELITIAN
Penelitian ini mengambil lokasi di KogenMedia Jakarta yang beralamat di Jalan Outer Ring Road, Taman Semanan Indah, Blok NI, Nomor 75, Jakarta 11750, Indonesia. Subyek penelitian adalah pengguna aplikasi, yaitu tim pengembang proyek di perusahaan KogenMedia serta klien perusahaan. Obyek penelitian adalah proses bisnis yang berjalan di perusahaan sehari-hari. Penelitian dilakukan secara individual yaitu oleh Penulis sendiri.
JADWAL PENELITIAN
Berdasarkan ketentuan di Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII), batas waktu yang diberikan untuk penyusunan skripsi adalah satu semester (enam bulan) dan dapat diperpanjang lagi untuk satu semester berikutnya. Penyusunan skripsi untuk penelitian ini dirancang agar dapat diselesaikan dalam jangka waktu satu semester saja, dengan memfokuskan pada proses-proses yang penting. Proses-proses tersebut, antara lain persiapan (satu bulan), analisis (satu bulan), perancangan dan pengujian (dua bulan), serta dokumentasi dan penyusunan skripsi (dua bulan). Waktu penelitian dimulai pada awal semester genap 2008/2009, yaitu tanggal 2 Maret 2009, dan akan berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009. Kesepakatan kerjasama dengan KogenMedia diperoleh sejak tanggal 24 Februari 2009 sampai dengan akhir penulisan skripsi. Setelahnya, Penulis tetap bertanggung jawab terhadap aplikasi yang berjalan jika suatu saat mengalami gangguan atau memerlukan perubahan. Jadwal penelitian terlampir pada proposal ini.
DIMENSI WAKTU
Data perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pada kondisi, proses, dan transaksi bisnis yang ada di KogenMedia saat penelitian berlangsung, yaitu sampai dengan pertengahan tahun 2009. Sedangkan data pendukung lainnya memiliki dimensi waktu yang beragam, tergantung relevansinya dengan subyek dan obyek penelitian.
VARIABEL PENELITIAN
Jenis-jenis variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas, variabel terikat, dan variabel moderator. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab bagi variabel lain. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau disebabkan oleh variabel lain. Variabel moderator, atau sering disebut sebagai variabel bebas kedua, adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1) Aplikasi web yang mengimplementasikan teknologi Content Management System (CMS) untuk menghasilkan situs web yang tampilannya menarik dan isinya dinamis.
a) Variabel bebas: aplikasi web.
b) Variabel terikat: tampilan dan isi situs web.
c) Variabel moderator: Content Management System (CMS).
2) Aplikasi web yang memungkinkan proses manajemen proyek secara interaktif guna memaksimalkan hasil proyek dan meminimalkan biaya operasional.
a) Variabel bebas: aplikasi web.
b) Variabel terikat: hasil proyek dan biaya operasional.
c) Variabel moderator: manajemen proyek interaktif.
DEFINISI OPERASIONAL
Penelitian diawali dengan proses pengumpulan data, dari berbagai sumber, yang berhubungan dengan subyek dan obyek penelitian. Jika data yang dibutuhkan sudah mencukupi, selanjutnya dilakukan analisis terhadap data guna menentukan persyaratan aplikasi yang akan dikembangkan. Hasil analisis akan diajukan kepada pengguna aplikasi, dalam hal ini pihak KogenMedia, untuk dievaluasi. Jika persyaratan sistem telah terdefinisi dengan baik, akan dilanjutkan dengan proses perancangan aplikasi. Perancangan aplikasi dilakukan dengan menggunakan standar yang ditentukan oleh pengguna aplikasi.
Aplikasi yang telah selesai dirancang akan diuji dan dievaluasi sebelum akhirnya diimplementasikan dalam proses bisnis yang sebenarnya. Dokumentasi, yang dituangkan dalam penulisan skripsi, dilakukan dari awal sampai akhir penelitian dengan melalui proses bimbingan yang diperlukan. Hasil penelitian akan dipresentasikan dalam sidang skripsi pada waktu yang akan ditentukan kemudian.
 4. METODE PENELITIAN
TEKNIK PENELITIAN
 Teknik yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah teknik kualitatif. Pertimbangan untuk menggunakan teknik kualitatif didasarkan pada lima ciri utama penelitian kualitatif, yaitu:
1) Penelitian kualitatif memiliki sumber data langsung secara alami dan peneliti kualitatif adalah instrumen utamanya. Dalam hal ini, sumber data alami adalah perusahaan tempat penelitian, termasuk orang serta proses yang terkait dengannya.
2) Penelitian kualitatif bersifat deskriptif, yaitu data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, bukan angka-angka. Kalaupun ada data yang berupa angka-angka, sifatnya hanya sebagai penunjang. Data yang diperoleh meliputi transkrip wawancara, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, dan lain-lain.
3) Penelitian kualitatif menekankan pada proses kerja. Seluruh fakta yang ditemukan diterjemahkan dalam kegiatan sehari-hari. Dalam hal ini diutamakan yang berkaitan langsung dengan proses bisnis di perusahaan tempat penelitian.
4) Penelitian kualitatif cenderung menggunakan pendekatan induktif. Abstraksi-abstraksi disusun oleh peneliti berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dikelompokkan melalui pengumpulan data di lapangan. Dalam hal ini, perusahaan tempat penelitian.
5) Penelitian kualitatif menekankan pada makna. Fokus penelaahan terpaut langsung dengan interaksi manusia yang menjadi obyek penelitian. Dalam hal ini, kondisi, proses, dan transaksi bisnis yang dilakukan pengguna sistem aplikasi.
Menurut Prof. Dr. Sudarwan Danim (2002: 40), teknik penelitian kualitatif terbagi menjadi tujuh jenis, yaitu penelitian fenomenologi, penelitian grounded, penelitian etnografi, penelitian historis, penelitian kasus, inkuiri filosofis (inkuiri fundasional, inkuiri filosofis, analisis etik), dan metodologi teori kritik sosial.
Penelitian dengan judul ”Analisis dan Perancangan Aplikasi Web Berbasis Content Management System (CMS) dengan Fitur Manajemen Proyek Interaktif pada perusahaan KogenMedia Jakarta” termasuk dalam jenis penelitian kasus. Penelitian kasus (case study) atau penelitian lapangan (field study) bertujuan untuk mempelajari secara intensif mengenai latar belakang keadaan dan posisi saat ini, serta interaksi lingkungan tertentu yang bersifat apa adanya. Subyek penelitian dapat berupa individu, kelompok, institusi, atau masyarakat.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Untuk mendukung keperluan analisa dan perancangan dalam penelitian ini, diperlukan sejumlah data pendukung yang berasal dari dalam dan luar perusahaan. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan cara:
1) Untuk data primer, dikumpulkan dengan cara sebagai berikut.
a) Wawancara, yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung dengan personel yang mengetahui tentang obyek yang sedang diteliti.
b) Observasi (pengamatan), yaitu dengan cara melakukan pencatatan secara cermat dan sistematis, langsung di lokasi obyek penelitian yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan.
2) Untuk data sekunder, dikumpulkan melalui dokumen dan laporan yang dikeluarkan oleh KogenMedia Jakarta. Di samping itu juga dilakukan dengan membaca atau mempelajari buku teks, literatur, artikel, dan lain-lain.
METODE PENGEMBANGAN SISTEM
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rapid Application Development (RAD), dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu penelitian. Secara spesifik, metode RAD ini diimplementasikan dengan menggunakan prototyping. Adapun konsep dan alat bantu perancangan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1) Perancangan Sistem
Perancangan model sistem menggunakan konsep Object-Oriented Analysis and Design (OOAD), dengan alat bantu Unified Modeling Language (UML) versi 2.0.
2) Perancangan Basis Data
Perancangan basis data menggunakan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL), dengan software pendukung MySQL.
3) Perancangan Tampilan/Antar Muka
Perancangan tampilan/antar muka menggunakan konsep eight golden rules of interface design dan usability, dengan software pendukung Adobe Photoshop dan Adobe Flash.
4) Perancangan Aplikasi
Perancangan aplikasi web menggunakan bahasa pemrograman HTML, PHP, dan JavaScript, dengan software pendukung Adobe Dreamweaver dan Apache XAMPP.
5. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian dengan judul ”Analisis dan Perancangan Aplikasi Web Berbasis Content Management System (CMS) dengan Fitur Manajemen Proyek Interaktif pada perusahaan KogenMedia Jakarta” adalah sebagai berikut:
1) Melakukan analisis dan perancangan aplikasi web yang mengimplementasikan teknologi Content Management System (CMS) untuk menghasilkan situs web yang tampilannya menarik dan isinya dinamis.
2) Melakukan analisis dan perancangan aplikasi web yang memungkinkan manajemen proyek secara interaktif guna memaksimalkan hasil proyek dan meminimalkan biaya operasional.
MANFAAT PENELITIAN
Analisis dan perancangan aplikasi web berbasis Content Management System (CMS) dengan fitur manajemen proyek interaktif ini diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat yang berarti, baik bagi perusahaan KogenMedia, klien perusahaan pada khususnya, maupun masyarakat pada umumnya. Adapun manfaat penelitian yang diharapkan adalah sebagai berikut.
1) Membuat situs web perusahaan yang menarik dan dinamis.
2) Meningkatkan awarenes publik terhadap perusahaan.
3) Meningkatkan intensitas keterlibatan klien dalam pengembangan proyek.
4) Mengoptimalkan hasil proyek agar sesuai dengan kebutuhan klien.
5) Memungkinkan penyampaian informasi dalam bentuk yang lebih kaya (multimedia).
6) Memudahkan pertukaran informasi, kapan saja, di mana saja.
7) Membuat proses manajemen proyek menjadi lebih efektif.
8) Meminimalkan biaya operasional yang diperlukan untuk menjangkau klien.
9) Meningkatkan kesadaran klien terhadap kewajiban pembayaran.
10) Mengurangi piutang tertunggak dan memperlancar arus kas perusahaan
6. LANDASAN TEORI
APLIKASI WEB 
Dalam rekayasa perangkat lunak, aplikasi web adalah suatu aplikasi yang dapat diakses menggunakan penjelajah web (browser), melalui jaringan internet atau intranet. Aplikasi web merupakan aplikasi perangkat lunak komputer yang diprogram menggunakan bahasa yang didukung penjelajah web, seperti HTML, JavaScript, AJAX, Java, dan lain-lain. Aplikasi web populer karena aplikasi untuk mengaksesnya, yaitu penjelajah web, tersedia dengan mudah. Kemampuan untuk memperbarui dan memelihara aplikasi web tanpa harus mendistribusikan dan menginstalasi perangkat lunak pada komputer-komputer klien merupakan kunci popularitasnya.
CONTENT MANAGEMENT SYSTEM (CMS) 
Menurut Bob Boiko (2001: 81), CMS adalah sistem yang terkomputerisasi dan bertujuan untuk mengatur pembuatan, distribusi, dan penghapusan informasi (content). CMS juga berfungsi sebagai motor penggerak yang memungkinkan suatu organisasi untuk menghubungkan sumber-sumber informasi dan fungsi-fungsi komputer yang dimilikinya. CMS dapat juga diartikan sebagai sistem yang memberikan kemudahan kepada penggunanya untuk mengelola dan mengadakan perubahan isi suatu situs web secara dinamis, tanpa perlu memiliki bekal pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis.
Dengan demikian, setiap orang, penulis maupun editor, setiap saat dapat menggunakannya secara leluasa untuk membuat, menghapus, dan memperbaharui isi situs web tanpa campur tangan langsung dari pihak webmaster. CMS memisahkan antara isi dengan desain, oleh karena itu konsistensi tampilan dapat senantiasa terjaga dengan baik. Setiap bagian dari situs web dapat memiliki isi dan tampilan yang berbeda-beda, tanpa harus khawatir kehilangan identitas dari situs web secara keseluruhan.
Oleh karena semua data disimpan dalam satu tempat, pemanfaatan kembali informasi yang ada untuk berbagai keperluan dapat dilakukan dengan mudah. CMS juga memberikan fleksibilitas dalam mengatur alur kerja dan/atau hak akses sehingga memperbesar kesempatan berpartisipasi bagi pengguna dalam pengembangan situs web. Hal ini akan sangat menguntungkan bila situs web yang dikelola memiliki kompleksitas yang tinggi dan mengalami kemajuan yang cukup pesat.
MANAJEMEN PROYEK 
Menurut H. Kerzner (1982) dalam Iman Soeharto (1999: 28), manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Menurut Project Management Institute (PMI) Amerika Serikat (1981) dalam Iman Soeharto (1999: 37), manajemen proyek adalah ilmu dan seni yang berkaitan dengan memimpin dan mengkoordinir sumber daya yang terdiri dari manusia dan material dengan menggunakan teknik pengelolaan moden untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, yaitu lingkup, mutu, jadwal, dan biaya serta memenuhi keinginan para stakeholder.
RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD) 
RAD menekankan pada siklus pembangunan cepat. RAD mengadopsi model waterfall, dengan menekankan pada pembangunan dalam waktu singkat, yang dicapai dengan menerapkan:
1) Pemrograman berbasis komponen.
2) Penekanan pada penggunaan ulang komponen perangkat lunak yang telah ada.
3) Pembangkitan kode program otomatis/semi otomatis.
4) Banyak tim dan tiap-tiap tim menyelesaikan satu tugas yang setingkat tapi tidak sama.
Banyaknya tim tergantung dari area dan kompleksitas sistem yang dibangun.
Jika kebutuhan dalam tahap analisa kebutuhan telah lengkap dan jelas, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perangkat lunak yang dibuat berkisar antara 60—90 hari.
PROTOTYPING
Dalam kaitannya dengan sistem informasi, prototipe berarti rancangan yang menggambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang. Prototipe sistem informasi adalah sesuatu yang harus dimodifikasi, dikembangkan, ditambahkan, atau digabungkan dengan sistem informasi lain bila perlu. Istilah prototyping, dalam hubungannya dengan sistem informasi, lebih merupakan suatu proses, bukan produk.
Ada empat langkah yang menjadi karakteristik metode prototyping yaitu:
1) Pemilahan fungsi yang harus ditampilkan oleh prototyping. Pemilahan dilakukan berdasarkan tugas yang relevan dan sesuai dengan contoh kasus yang akan diperagakan.
2) Penyusunan sistem informasi untuk memenuhi permintaan akan tersedianya prototype.
3) Evaluasi.
4) Penggunaan selanjutnya.
Keunggulan metode prototyping antara lain:
1) End user dapat berpartisipasi aktif.
2) Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan.
3) Mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi.
OBJECT-ORIENTED ANALYSIS AND DESIGN (OOAD) 
Object-Oriented Analysis and Design (OOAD) adalah operasi, prosedur, atau teknik perancangan sistem dari sekumpulan obyek yang saling berinteraksi. Setiap obyek merepresentasikan entitas yang penting dalam sistem serta karakteristiknya melalui class, state, dan behavior. Dalam konsep ini OOAD dibagi menjadi dua, yaitu:
1) Object-Oriented Analysis, yaitu metode analisis yang memeriksa syarat/keperluan (requirements) yang harus dipenuhi sistem dari sudut pandang kelas dan obyek yang ditemui dalam ruang lingkup permasalahan.
2) Object-Oriented Design adalah metode untuk mengarahkan arsitektur software yang didasarkan pada manipulasi obyek sistem atau subsistem.
UNIFIED MODELING LANGUAGE (UML) 
Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak. UML tidak berdasarkan pada bahasa pemrograman tertentu. UML dijadikan standar de facto oleh Object Management Group (OMG) pada tahun 1997. Spesifikasi ini menjadi populer dan standar karena sebelum adanya UML, telah ada berbagai macam spesifikasi yang berbeda. Hal ini menyulitkan komunikasi antar pengembang perangkat lunak. Untuk itu, beberapa pengembang spesifikasi yang sangat berpengaruh berkumpul untuk membuat standar baru. UML dirintis oleh Grady Booch dan James Rumbaugh pada tahun 1994, kemudian menyusul Ivar Jacobson. UML mendeskripsikan Object Oriented Programming (OOP) dengan beberapa diagram, di antaranya:
1) Diagram struktur, yang terdiri dari diagram kelas, diagram obyek, diagram komponen, dan diagram deployment.
2) Diagram perilaku, yang terdiri dari diagram use-case, diagram urutan, diagram kolaborasi, diagram statechart, dan diagram aktivitas.
STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL) 
Menurut Adi Nugroho (2004: 14), SQL adalah bahasa basis data tunggal yang merupakan standar untuk basis data bertipe relasional. Sistem basis data menyediakan bahasa untuk mendefinisikan basis data (data definition language) dan memanipulasi basis data (data manipulation language) guna melakukan operasi tertentu pada basis data. Dalam prakteknya, kedua bahasa tersebut tidak dapat dipisahkan dan merupakan bagian utama dalam SQL. Secara umum, bagian-bagian dalam SQL, antara lain:
1) Data Definition Language (DDL), yang menyediakan perintah-perintah untuk mendefinisikan skema relasi, menghapus relasi, serta memodifikasi skema relasi.
2) Data Manipulation Language (DML), yang mencakup bahasa SQL untuk menyisipkan data pada relasi, menghapus data pada relasi, serta memodifikasi data pada relasi.
3) View definiton, yang memuat perintah-perintah untuk mendefinisikan tampilan (view) yang dikehendaki pengguna.
4) Transaction control, yang memuat perintah-perintah untuk mengatur spesifikasi awal dan akhir dari suatu transaksi.
5) Embedded SQL dan dynamic SQL, yang mencakup kemampuan SQL untuk disisipkan pada beberapa bahasa pemrograman, misalnya pada Visual BASIC, Delphi, C/C++, Java, dan sebagainya.
6) Integrity, mencakup perintah-perintah untuk mengatur spesifikasi batasan integritas.
7) Authorization, mencakup perintah-perintah untuk membatasi akses pada basis data demi alasan keamanan.
EIGHT GOLDEN RULES OF INTERFACE DESIGN 
Eight golden rules of interface design adalah delapan aturan emas yang dikemukakan Ben Shneiderman (1998) sebagai petunjuk dasar yang baik untuk merancang suatu antar muka/tampilan. Delapan aturan emas tersebut adalah:
1) Konsistensi
Konsistensi dilakukan pada urutan tindakan, perintah, dan istilah yang diterapkan pada kotak dialog, menu, serta layar bantuan.
2) Memungkinkan pengguna untuk menggunakan jalan pintas (shortcut)
Ada kebutuhan dari pengguna ahli untuk meningkatkan kecepatan interaksi sehingga diperlukan penyingkatan tombol fungsi, perintah tertentu, dan fasilitas makro.
3) Memberikan umpan balik yang informatif
Untuk setiap tindakan operasi, sebaiknya disertakan suatu umpan balik. Untuk tindakan yang sering dilakukan dan tidak terlalu penting, dapat diberikan umpan balik yang sederhana, tetapi jika tindakan merupakan hal yang penting maka umpan balik sebaiknya lebih signifikan. Misalnya muncul suara ketika salah menekan tombol pada waktu memasukkan data atau muncul pesan kesalahannya.
4) Merancang dialog untuk menghasilkan suatu penutupan
Urutan tindakan sebaiknya diorganisir dalam kelompok yang terdiri dari bagian awal, tengah, dan akhir. Umpan balik yang informatif akan memberikan indikasi bahwa cara yang dilakukan sudah benar sehingga pengguna dapat mempersiapkan untuk tindakan berikutnya.
5) Memberikan penanganan kesalahan yang sederhana
Sedapat mungkin sistem dirancang agar pengguna tidak sampai melakukan kesalahan fatal. Jika kesalahan terjadi, sistem dapat mendeteksi dengan segera dan memberikan mekanisme yang sederhana dan mudah dipahami untuk menangani kesalahan tersebut.
6) Mudah kembali ke tindakan sebelumnya
Pengguna mengetahui bahwa kesalahan dapat dibatalkan sehingga pengguna tidak perlu takut untuk mengeksplorasi pilihan-pilihan yang belum biasa digunakan.
7) Pengguna sebagai fokus kendali (internal focus of control)
Pengguna adalah pengontrol sistem dan sistem seharusnya merespon tindakan yang dilakukan pengguna, bukan mengontrol pengguna. Sebaiknya sistem dirancang sedemikan rupa sehingga pengguna menjadi inisiator daripada responden.
8) Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Keterbatasan ingatan manusia menyebabkan tampilan seharusnya dirancang sesederhana mungkin. Tampilan halaman yang jumlahnya banyak sebaiknya disatukan. Selain itu, perlu diberikan waktu pelatihan untuk kode, mnemonic, dan urutan tindakan.
USABILITY 
Usability adalah atribut kualitas yang menjelaskan atau mengukur seberapa mudah penggunaan suatu antar muka (interface). Kata “usability” juga merujuk pada metode untuk meningkatkan kemudahan pemakaian selama proses perancangan. Usability diukur dengan lima kriteria, yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction. Learnability mengukur tingkat kemudahan melakukan tugas sederhana saat pertama kali melihat suatu rancangan. Efficiency mengukur kecepatan mengerjakan tugas tertentu setelah mempelajari rancangan. Memorability melihat seberapa cepat pengguna mendapatkan kembali kecakapannya untuk menggunakan rancangan ketika kembali lagi setelah beberapa waktu. Errors melihat seberapa banyak kesalahan yang dilakukan pengguna, separah apa kesalahan yang dibuat, dan semudah apa mereka mendapatkan penyelesaiannya. Satisfaction mengukur tingkat kepuasan dalam menggunakan rancangan. Situs web dengan usability yang buruk akan ditinggalkan oleh penggunanya. Beberapa kondisi yang akan membuat pengguna meninggalkan sebuah situs web, adalah:
1) Situs web sulit digunakan.
2) Halaman utama situs web tidak menjelaskan tentang apa yang ditawarkan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh pengguna pada situs web tersebut.
3) Pengguna mendapatkan adanya kesalahan pada situs web.
4) Informasi pada situs web sulit dibaca dan tidak mampu menjawab pertanyaan atau kebutuhan pengguna.
HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE (HTML)
Menurut Nur Hasyim (2003: 2) HTML merupakan standar bahasa yang digunakan untuk menampilkan dokumen web. Kemampuan HTML antara lain:
1) Mengatur tampilan dan isi dari halaman web.
2) Mempublikasikan dokumen secara online sehingga bisa diakses dari seluruh dunia.
3) Membuat formulir online yang bisa digunakan untuk menangani pendaftaran atau transaksi secara online.
4) Menambahkan obyek-obyek seperti gambar, suara, video, dan juga java applet dalam dokumen HTML.
HYPERTEXT PREPROCESSOR (PHP)
PHP adalah bahasa pemrograman script yang dipakai untuk memrogram situs web secara dinamis. Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lainnya, antara lain:
1) PHP adalah bahasa script yang tidak memerlukan kompilasi dalam penggunaanya.
2) Web server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana-mana, antara lain Apache, IIS, Lighttpd, dan Xitami, dengan konfigurasi yang relatif mudah.
3) Banyak milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
4) Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
5) PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows). Selain itu, PHP juga dapat dijalankan secara runtime melalui console dan dapat menjalankan perintah-perintah sistem.
JAVASCRIPT
JavaScript adalah bahasa script yang dikembangkan oleh Netscape. Implementasinya adalah dengan ditempelkan pada kode HTML dan diproses di sisi klien. Dengan adanya bahasa ini, kemampuan dokumen HTML menjadi semakin luas karena memudahkan pembuatan halaman web yang interaktif. JavaScript bukanlah bahasa Java dan merupakan dua bahasa yang berbeda. JavaScript diinterpretasikan oleh klien (kodenya bisa dilihat pada sisi klien), sedangkan kode Java dikompilasi oleh pemrogram dan hasil kompilasinyalah yang dijalankan oleh klien.
DAFTAR PUSTAKA
Aini, Indah Khurotul. 2008. Urgensi dan Definisi Usability. Sumber: http://indah1010. wordpress.com/2008/06/29/urgensi-dan-definisi-usability/. Diakses 23 Maret 2009. Anonymous. 2009.
Aplikasi Web. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Aplikasi_web. Diakses 23 Maret 2009.
Anonymous. 2009. PHP. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/PHP. Diakses 6 April 2009. 
Rapid Application Development. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/ Rapid_Application_Development. Diakses 6 April 2009. Anonymous. 2009. UML.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/UML. Diakses 23 Maret 2009.
Bengkel Internet PENS-ITS. Materi III: JavaScript. Sumber: http://lecturer.eepis-its.edu/ ~zenhadi/kuliah/internet/moduljavascript.pdf. Diakses 6 April 2009.
Boiko, Bob. 2001. Content Management Bible. Edisi pertama. New York: Wiley. Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif: Ancangan Metodologi, Presentasi, dan Publikasi Hasil Penelitian untuk Mahasiswa dan Peneliti Pemula Bidang Ilmu-ilmu Sosial, Pendidikan, dan Humaniora. Cetakan pertama. Bandung: CV Pustaka Setia. Dennis, Alan, Barbara Haley Wixom, David Tegarden. 2005.
System Analysis and Design with UML Version 2.0: an Object-Oriented Approach. Edisi kedua.
 DAFTAR PUSTAKA
http://www.morintel.co.id/pictures/certification_file/Proposal%20Skripsi.pdf diakses pada 18/01/2015 pukul 19.00

KUTIPAN, CATATAN KAKI, DAFTAR PUSTAKA, KONVENSI NASKAH

Minggu, 27 Desember 2015

DEFINISI KUTIPAN


Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Kutipan dapat disimpulkan juga sebagai salinan kalimat,paragraf, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.mengutip itu berbeda dengan plagiat. Plagiat adalah mengambul karangan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri. 

PRINSIP-PRINSIP MENGUTIP

Dalam membuat tulisan kita pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan orang lain, maka dari itu perlu kita tahu bagaimana prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
b. Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya :
  • Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
  • Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
  • Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
  • Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai margin kanan).
c. Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu.
d. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
e. Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
f. Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung (tidak lebih dari seperempat halaman)
g. Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
h. Perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

JENIS-JENIS KUTIPAN

Terdapat beberapa jenis kutipan, antara lain adalah Kutipan langsung dan Kutipan Tidak langsung. Disini saya akan mencoba menjelaskan jenis-jenis kutipan tersebut.

1. Kutipan Langsung adalah kutipan yang sama persis seperti kutipan aslinya, atau sumber yang kita ambil untuk mengutip.

Disini kita sama sekali tidak boleh merubah atau menghilangkan kata atau kalimat dari sumber kutipan kita.Kalaupun ada keraguan atau kesalahan dalam kutipan yang kita ambit tersebut kita hanya dapat memandakannya dengan [sic!] yang menandakan kita mengutip langsung tanpa ada editan dan kita tidak bertanggung jawab jika ada kesalahan dari kutipan ynag kita ambil. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ]. Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [huruf miring dari pengutip], [ejaan disesuaikan dengan EYD],dll.

Ada dua cara penerapan kutipan langsung dalam karya ilmiah.
a.  Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris
  1. Kutipan ditulis menyatu dengan teks
  2. Jarak antara baris dengan baris dua spasi.
  3. Kutipan diapit dengan tanda petik
  4. Kutipan diikuti nama akhir pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman.
Contoh:
Dalam kenyatannya, tidak ada definisi manajemen yang telah diterima secara universal. ”Menurut Follet (1982:8) manajemen diartikan sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.”

Contoh:
Mangkunegara (2007:86) menyatakan bahwa “benefit adalah nilai keuangan (moneter) langsung untuk pegawai yang secara cepat dapat ditentukan”.

Model di atas ditulis dengan mencantumkan nama belakang penulis dengan huruf kapital di awal, diikuti tahun dan halaman yang diberi tanda kurung dengan pemisah tanda titik dua (:) tanpa spasi. Selain model di atas, dapat juga menggunakan model berikut.

“Benefit adalah nilai keuangan (moneter) langsung untuk pegawai yang secara cepat dapat ditentukan” (Mangkunegara, 2007:86).

Model di atas mencantumkan nama belakang penulis, tahun, dan halaman di dalam tanda kurung. Nama belakang penulis ditulis huruf kapital diakhiri tanda koma (,) diikuti spasi, lalu ditulis tahun, diikuti tanda titik dua (:) tanpa spasi dengan halaman buku.

Catatan:
Tanda kutipan tunggal (‘…’) digunakan di dalam tanda kutip (“…“), misalkan Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “Ada hubungan yang erat antara rasa ‘PD’ seseorang dengan totalitas pembacaan puisi.”

NOTE: Kutipan Panjang dengan Sebagian Kalimat Dihilangkan

Kutipan ini ditulis dengan menggunakan tanda elipsis (…). Tanda ini digunakan untuk menghilangkan bagian kalimat yang kurang diperlukan.

Contoh:
“Program benefit bertujuan untuk memperkecil turnover, meningkatkan modal kerja, dan meningkatkan keamanan. …. Sedangkan program pelayanan adalah laporan tahunan untuk pegawai, adanya tim olah raga, kamar tamu pegawai, kafetaria pegawai, surat kabar perusahaan, toko perusahaan, discount (potongan harga) produk perusahaan, bantuan hukum, fasilitas ruing baca dan perpustakaan, pemberian makan siang, adanya fasilitas medis, dokter perusahaan, tempat parkir, ada program rekreasi atau darmawisata” (Mangkunegara, 2009:86).

Perhatikan penggunanaan tanda elipsis di atas! Untuk menghilangkan sebagian kalimat, tanda elipsis ditulis dengan menggunakan tanda titik (.) sebanyak tiga. Untuk titik ke empat, merupakan penanda akhir kalimat.

b. Kutipan langsung yang lebih dari empat baris
  1. Kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi
  2. Jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi
  3. Kutipan boleh diapit tanda petik, boleh juga tidak
  4. Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5-7 ketikan.
Contoh :
Contoh Kutipan, Kutipan Langsung, tata cara mengutip, kutipan tidak langsung

2.  Kutipan Tidak Langsung adalah kutipan yang telah kita ringkas intisarinya dari sumber kutipan aslinya.

Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki, dapat juga dengan sistem catatan langsung (catatan perut ).

a. Ditulis menyatu dengan teks
b. Tidak menggunakan tanda petik
c. Mencantumkan nama akhir pengarang, tahun, dan nomor halaman.

3.    Kutipan pada catatan kaki
4.    Kutipan atas ucapan lisan
5.    Kutipan dalam kutipan
6.    Kutipan langsung pada materi

CATATAN KAKI 

Footnote merupakan catatan yang menyebutkan sumber dari suatu kutipan. Footnote atau catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

Fungsi Catatan Kaki (Footnote)

Beberapa fungsi catatan kaki (footnote) adalah sebagai berikut:
  1. Untuk menunjukkan atau menguatkan evidensi (pembuktian) semua pernyataan dan keterangan tentang sesuatu yang harus dikuatkan penjelasannya. Keterangan pada footnote adalah menunjukkan tempat dimana evidensi tersebut didapatkan.
  2. Untuk menunjukkan adanya peminjaman atau pengambilan dari bahan yang digunakan. (Untuk fakta-fakta yang bersifat umum tidak perlu diberi footnote).
  3. Untuk memperluas diskusi suatu masalah tertentu di luar konteks dan teks.
  4. Untuk memberi keterangan atau petunjuk. Misalnya untuk menunjukkan bahan dalam lampiran, atau persoalan-persoalan yang sudah di bahas dalam halaman, sub-bab, atau bab dalam karya ilmiah yang bersangkutan.

Unsur-unsur Catatan Kaki (Footnote)

Catatan kaki (footnote) terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Nama penulis/pengarang, penterjemah, dan editor ditulis lengkap tanpa gelar kesarjanaan. Untuk penulis yang bukan penulis asli tetap dicantumkan seperti penulis asli, dengan tambahan keterangan di belakang nama tersebut, seperti penyusun, penyadur, penterjemah, dan editor.
  2. Judul buku/tulisan ditulis selengkap-lengkapnya, huruf pertama judul dengan besar kecuali kata sambung dan kata depan.
  3. Tahun penerbitan, tahun berapa sumber kutipan atau referensi diterbitkan atau dipublikasikan.
  4. Nomor halaman, dalam footnote - nomor halaman disingkat “hal” kemudian diikuti dengan nomor halaman yang dikutip dengan sela satu ketukan.

Ketentuan Kutipada pada Catatan Kaki (Footnote)

Ketentuan penulisan sumber pustaka diwujudkan dalam bentuk kutipan dan catatan kaki (footnote) adalah sebagi berikut:
  1. Setiap kutipan baik kutipan langsung maupun kutipan yang tidak langsung harus diberi nomor pada akhir kutipan dengan angka arab yang diketik setengah spasi di atas garis ketikan teks naskah. Nomor kutipan harus berurut sampai akhir bab. Kutipan atas pendapat yang bersumber pada tulisan orang lain yang dirujuk dalam naskah essay harus disebutkan sumbernya dengan menggunakan catatan kaki (footnote). Catatan kaki ini menunjukkan dan menginformasikan sumber kutipan. Catatan kaki dapat digunakan pula untuk memberikan komentar mengenai sesuatu yang dikemukakan di dalam teks.
  2. Penulisan catatan kaki dilakukan dengan mencantumkan nama, tahun terbit, judul buku, nama penerbit, kota, dan halamannya. Jika nama pengarang terdiri dari 2 (dua) orang, maka keduanya harus dicantumkan dalam catatan kaki. Jika nama pengarang terdiri dari 3 (tiga) orang atau lebih, maka cukup nama akhir dari pengarang pertama yang ditulis dan di belakangnya ditulis "et all" (artinya dengan orang lain) bagi tulisan dan penulis dari luar Indonesia atau menggunakan "dkk." (dan kawan-kawan) jika tulisan atau penulis dari Indonesia, tetapi dalam daftar pustaka harus dicantumkan semua nama pengarangnya. Judul buku dalam catatan kaki harus diketik dengan cetak miring. Penulisan halaman disingkat dengan "hlm".
  3. Penulisan catatan kaki dapat dilakukan pula dengan menggunakan singkatan ibid, op. cit., dan loc. cit.
    • Ibid merupakan singkatan dari ibidem yang artinya dalam halaman yang sama. Ibid digunakan dalam catatan kaki apabila kutipan diambil dari sumber yang sama dan belum disela oleh sumber lain.
    • Op.cit. merupakan singkatan dari opera citato yang artinya dalam keterangan yang telah disebut. Op.cit digunakan dalam catatan kaki untuk menunjuk kepada sumber yang sudah disebut sebelumnya secara lengkap, tetapi telah disela dengan sumber lain dan halamannya berbeda.
    • Loc.cit. merupakan singkatan dari loco citato yang artinya pada tempat yang sama telah disebut. Loc.cit. digunakan dalam catatan kaki apabila hendak menunjukkan kepada halaman yang sama dari sumber yang sama yang sudah disebut terakhir, tetapi telah disela oleh sumber lain.
  4. Penggunaan ibid tidak perlu menuliskan nama pengarangnya karena penggunaan ibid tersebut hanya dilakukan ketika sumber yang telah dikutip belum disela dengan sumber lainnya. Sebaliknya, penggunaan op.cit. dan loc.cit. tetap harus menuliskan nama pengarangnya yang diikuti dengan tulisan op.cit. atau loc.cit.

Contoh Penulisan Catatan Kaki (Footnote)

Berikut ini berbagai contoh penulisan catatan kaki (footnote) yang berasal dari berbagai bentuk sumber kutipan:
Sumber Buku
1 Budi Martono, Penyusutan dan Pengamanan Arsip Vital dalam manajemen Kearsipan (Jakarta: Pustaka sinar Harapan, 1994), hlm. 16.
Sumber artikel dalam terbitan berkala (majalah ilmiah, jurnal)
1 Gemala Rabi’ah Hatta, "Rekam Medis dan Kesehatan (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional", dalam Berita Arsip Nasional, No. 26, Juni 1988 (Jakarta: ANRI, 1988), hlm. 8.
Sumber artikel dalam sebuah buku (kumpulan karangan)
1 David Roberts, "Managing Records in Special Formats", dalam Judith Ellis (ed.), Keeping Archives (Victoria: D.W. Thorpe, 1993), hlm. 387.
Sumber Makalah Seminar
1 Machmoed Effendhie, "Arsip Sebagai Sumber Informasi dalam Pengambilan Keputusan", Makalah seminar Apresiasi Kearsipan Pejabat Eselon III dan IV Kabupaten Sleman, 11 September 2001, hlm. 14.
Sumber Terbitan Pemerintah
1 Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip, pasal 6.
Sumber Terbitan Organisasi
1 Developing and Oprating a Records retention Programme, ARMA, 1986, hlm. 52.
Sumber Lisan
1 Wawancara dengan Mudjono NA, tanggal 13 Oktober 2003 di Kantor Kepatihan Yogyakarta.
Sumber Karya Ilmiah Tidak diterbitkan (LTA, Skripsi, Tesis, Disertasi, dll.)
1 Erna Handayani dkk., "Perubahan Pengelolaan Arsip Aktif dari Sentralisasi ke desentralisasi di P.T. Sari Husada", LTA D-III Kearsipan Fakultas Ilmu Budaya, UGM, 2000, hlm. 28.
DAFTAR PUSTAKA 

PENGERTIAN DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka adalah daftar yang tercantum secara spesifik dari berbagai buku yang dijadikan sumber referensi baik dari buku atau karya ilmiah yang bersangkutan. 

Fungsi Daftar Pustaka
a. Sebagai salah satu cara untuk memberikan berbagai referensi yang berhubungan bagi pembaca untuk melakukan sebuah kajian lanjutan maupun kajian ulang yang berhubungan dengan tema buku tersebut.

b. Sebagai sebuah bentuk apresiasi terhadap penulis baik penulis buku maupun karya tulis atas karyanya yang telah memberikan manfaat dan peranan terhadap penulisan sebuah buku atau karya tulis.  

Peran Daftar Pustaka

  • Sebagai penggambaran dari sumber tulisan yang diperoleh.
  • Sebagai peninjauan tentang pengetahuan, pengalaman, bahkan pertanggungjawaban penulis buku rujukan tersebut.
  • Untuk mengantisipasi tuduhan plagiasi intelektual
Unsur-unsur yang digunakan adalah:
a. Nama Penulis diikuti tanda titik (.)
b. Tahun Terbit diikuti tanda titik (.)
c. Judul buku ditulis miring (italic) diikuti tanda titik (.)
d. Kota penerbit diikuti tanda titik dua (:)
e. Nama perusahaan penerbit diikuti tanda titik (.)
Contoh : Mustava Wijayakusuma. 2009. Mukjizat Air Putih. Yogjakarta: Data Media.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  • Tulis nama penulis sesuai dengan huruf alfabet (A-Z). 
  • Apabila nama penulis sama namun judul buku berbeda, maka dibawah nama diberi tanda garis panjang sebanyak 10 sekaligus mengurutkan tahun yang lama ketahun yang lebih baru.
Contoh: Mustava Wijayakusuma. 2009. Mukjizat Air Putih. Yogjakarta: Data Media. __________. 2010. Khasiat Air Putih. Yogjakarta: Data Media.
  •  Apabila mendapatkan buku dengan dua penulis, maka nama kedua penulis tersebut di tulis semua.
Contoh : Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar. 2010. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Jika nama penulis banyak (lebih dari satu orang), maka penulis utama yang dicantumkan kemudian diberi tanda koma dan diikuti dkk (dan kawan-kawan).
Contoh: Zuhdi, dkk. 2008. Cara Menulis Buku. Malang: Rena Press.
  • Jika penulis buku orang asing, maka penulisan namanya dibalik dan diikuti tanda koma. Hal ini dikarenakan nama asing meletakkan nama sendiri di belakang nama keluarga atau nama marga.
Contoh : Harrison, P. 1987. The Greening of Africa. Penguin Books: New York.
Penulisan Daftar Pustaka yang diambil dari Penelitian
Dalam penulisan daftar pustaka yang diambil dari penelitian (jurnal, skripsi, tesis, dll) hampir sama dengan penulisan yang diambil dari buku. Namun letak perbedaannya hanya menambahkan jenis penelitian dengan diikuti tanda kurung.
Unsur-unsur yang digunakan adalah:
a. Nama Penulis diikuti tanda titik (.)
b. Tahun Terbit diikuti tanda titik (.)
c. Judul penelitian ditulis miring (italic) dan ditambah jenis penelitian diikuti tanda kurung kemudian tanda titik (.)
d. Kota penerbit diikuti tanda titik dua (:)
e. Nama Perguruan Tinggi diikuti tanda titik (.)
Contoh : Iffah Mardiyati. 2011. Pengaruh Motivasi dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru di Mediasi Komitmen Sekolah Studi Kasus di SMK Negeri se-Kecamatan Pati (Tesis). Semarang: Universitas STIKUBANK.
Penulisan Daftar Pustaka yang diambil dari Artikel

Artikel yang dimaksud dapat diambil dari internet maupun majalah atau media cetak lainnya.

Untuk artikel dari Majalah unsur-unsur yang digunakan adalah:

a. Nama Penulis diikuti tanda titik (.)
b. Tahun Terbit diikuti tanda titik (.)
c. Judul artikel ditulis miring (italic) diikuti kata dalam majalah
d. Dilanjutkan nama Media Cetak ditulis miring (italic), edisi lengkap dengan tanggal, bulan dan tahun diikuti tanda titik (.)

Contoh : Djaali. 2007. Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional Melalui Program Sertifikasi dalam majalah Buletin BSNP Edisi Mei 2007.

Untuk artikel dari Internet unsur-unsur yang digunakan adalah:

a. Nama Penulis diikuti tanda titik (.)
b. Tahun Terbit diikuti tanda titik (.)
c. Judul artikel ditulis miring (italic) diikuti tanda titik (.)
d. Alamat website lengkap dengan tanggal, bulan, tahun dan waktu mengakses atau mendownload diikuti tanda titik (.)
Contoh : Ahmad Syaifudin. 2015. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Makalah.http://tipspendidikanku.blogspot.com/2015/04/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam.html, 14 April 2015.
Tambahan:
a. Apabila daftar pustaka tidak ditemukan, maka
- Nama diganti dengan anonym
- Tahun diganti dengan tanpa tahun
b. Sebaiknya pisahkan daftar pustaka dari buku dan internet atau media cetak.
c. Gelar tidak diikutkan dalam penulisan daftar pustaka
KONVENSI NASKAH

KONVENSI NASKAH ( Kebiasaan Yang Ada Pada Naskah)

1. Pendahuluan

Pengembangan tema sebuah karangan tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang dilakukan kemudian. Perincian dalam kerangka karangan dapat diarahkan kepada pembentukan bab-bab dan anak-anak bab, sedangkan perincian-perincian yang dilakukan kemudian diarahkan kepada penetapan pokok-pokok utama dan pokok-pokok bawahan yang akan menjadi inti atau gagasan utama alinea-alinea.

Persyaratan formal yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu : bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup.
 
2. Bagian Pelengkap Pendahuluan

Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik. Bagian pelengkap pendahuluan terdiri dari :
  • Judul pendahuluan
  • Halaman pengesahan
  • Halaman judul
  • Halaman persembahan
  • Kata pengantar
  • Daftar isi
  • Gambar, tabel, keterangan
3. Bagian Isi karangan

Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku; atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri. Bagian isi karangan biasanya terdiri dari :
  • Pendahuluan
  • Tubuh karangan
  •  Kesimpulan
4. Bagian Pelengkap Penutup

Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah. Ada bebarapa bagian yang biasanya dimasukkan dalam bagian pelengkap penutup karangan yaitu : lampiran, bibliografi, dan daftar indeks.
 Image

Pengertian Penulisan ilmiah
 
Penulisan ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah. Penulisan ilmiah juga merupakan uraian atau laporan tentang kegiatan, temuan atau informasi yang berasal dari data primer dan / atau sekunder, serta disajikan untuk tujuan dan sasaran tertentu. Informasi yang berasal dari data primer yaitu didapatkan dan dikumpulkan langsung dan belum diolah dari sumbernya seperti tes, kuisioner, wawancara, pengamatan / observasi. Informasi tersebut dapat juga berasal dari data sekunder yaitu telah dikumpulkan dan diolah oleh orang lain, seperti melalui dokumen (laporan), hasil penalitian, jurnal, majalah maupun buku.
Penyusunan penulisan dimaksudkan untuk menyebarkan hasil tulisan dengan tujuan tertentu yang khusus, sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak terlibat dalam kegiatan penulisan tersebut. Sasaran penulisan yang dimaksud adalah untuk masyarakat tertentu seperti ilmuwan, masyarakat luas baik perorangan maupun kelompok dan pemerintah atau lembaga tertentu.
Tujuan Penulisan Ilmiah adalah memberikan pemahaman agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.
Isi dari Penulisan ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
1. Relevan dengan situasi dan kondisi yang ada.
2. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.
Suatu penulisan dikatakan ilmiah, karena penulisan tersebut adalah sistematik, generalisasi, eksplanasi, maupun terkontrol.
  •  penulisan ilmiah adalah sistematik, karena harus mengikuti prosedur dan langkah tertentu seperti : mengidentifikasi masalah, menghubungkan masalah dengan teori tertentu, merumuskan kerangka teoritis / konsepsional, merumuskan hipotesis, menyusun rancangan studi, menentukan pengukurannya, mengumpulkan data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat kesimpulan.
  • penulisan ilmiah adalah generalisasi, karena dapat dirumuskan atau diambil suatu kesimpulan umum.
  • penulisan ilmiah adalah eksplanasi, karena menjelaskan suatu keadaan atau fenomena tertentu.
  • penulisan ilmiah terkontrol, karena pada setiap langkahnya terencana dengan baik, mempunyai standar tertentu, dan kesimpulan disusun berdasarkan hasil analisis data. Penulisan ilmiah berupaya mengungkapkan secara jelas dan tepat mengenai masalah yang dikaji, kerangka pemikiran untuk mendekati pemecahan masalah, serta pembahasan hasil maupun implikasinya. Karena itu, penulisan ilmiah harus disusun secara logis dan terperinci berupa uraian toeritis maupun uraian empirik.
Jenis-jenis Penulisan Ilmiah

Jenis-jenis penulisan ilmiah yang utama ialah esei ilmiah, kertas kerja, laporan kajian, tesis dan disertasi.
  1. Esei ilmiah merujuk karangan ilmiah yang pendek tentang topik atau permasalahan berdasarkan data yang diperolehi melalui rujukan perpustakaan dan / atau kerja lapangan. Penghuraiannya bersifat rasional-empiris dan objektif.
  2. Kertas kerja ialah penulisan ilmiah yang memaparkan sesuatu fakta atau permasalahan berdasarkan data kerja lapangan dan / atau rujukan perpustakaan. Analisis dalam kertas kerja adalah lebih serius serta bersifat rasional-empiris dan objektif. Kertas kerja biasanya ditulis untuk diterbitkan dalam jurnal akademik atau dibentangkan dalam pertemuan ilmiah seperti seminar, workshop dan sebagainya.
  3. Laporan kajian atau penyelidikan ialah penulisan ilmiah yang menyampaikan maklumat atau fakta tentang sesuatu kepada pihak lain. Penghuraiannya juga bersandarkan kepada metodologi saintifik dan berdasarkan data kerja lapangan dan / atau rujukan perpustakaan.
  4. Tesis ialah penulisan ilmiah yang sifatnya lebih mendalam. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh daripada pengamatan atau penyelidikan sendiri. Penulisan ilmiah ini melibatkan pengujian hipotesis bagi membuktikan kebenaran.
  5. Disertasi ialah penulisan ilmiah tahap tertinggi dalam hierarki pancapaian akademik, yaitu untuk mendapatkan gelaran Doktor Falsafah (Ph.D). Disertasi melibatkan fakta berupa penemuan penulis sendiri berdasarkan metodologi saintifik dan analisis yang terperinci.
Prinsip dalam membuat penulisan ilmiah
 
Suatu penulisan ilmiah harus memenuhi dan menggunakan pendekatan atau metoda ilmiah. Pada umumnya, dalam merencanakan suatu penulisan ilmiah mencakup beberapa tahapan seperti :
  • pemilihan masalah penelitian
  • pengumpulan informasi
  • pengorganisasian naskah
  • penulisan naskah
Tahapan ini sebaiknya dilakukan secara berurutan, walaupun dapat juga dilakukan bersamaan.
  1. Pemilihan topik masalah penelitian
Pemilihan dan penentuan masalah penelitian merupakan tahap awal dari suatu penulisan ilmiah. Pemilihan topik masalah sangat menentukan arah kegiatan penulisan ilmiah pada tahap berikutnya.
  • Sumber
Masalah penelitian yang akan digunakan dapat bersumber dari :
a. penulis sendiri
b. orang lain, seperti : para ahli, dosen
c. buku referensi dan bahan bacaan yang telah dibaca oleh penulis
Masalah penelitian dapat muncul dari adanya kesenjangan (gaps) antara yang seharusnya (menurut teori, konsep) dengan kenyataan yang terjadi dilapangan (praktek) berupa fakta, seperti :hilangnya informasi sehingga menimbulkan kesenjangan pada pengetahuan, terdapat hasil yang berlawanan dari penerapan teori dengan fakta dilapangan (praktek), terdapat fakta yang memerlukan penjelasan lebih lanjut.
  • Keterbatasan
Dalam memilih dan menentuan topik masalah, sering ditemukan beberapa keterbatasan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu :
a. Minat. Masalah yang dipilih sebaiknya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Masalah yang kurang sesuai dengan minat, akan menghambat konsentrasi dan keseriusan dan penyelesaian penulisan ilmiah.
b. Mampu dilaksanakan, masalah yang akan dipilih harus dapat dilaksanakan denga baik, karena penulis harus mampu menguasai materi, mempunyai waktu yang cukup, mempunyai tenaga pelaksana yang terlatih dan cukup, mempunyai dana yang cukup. 
c. Mudah dilaksanakan, penelitian dapat dilaksanakan karena cukup faktor pendukung seperti data yang tersedia cukup, mendapat izin dari yang berwenang. 
d. Mudah dibuat masalah yang lebih luas, masalah yang telah dipilih sebaiknya dapat dikembangkan lagi sehingga dapat disusun rancangan yang lebih kompleks untuk penelitian berikutnya. 
e. Manfaat, penelitian harus bermanfaat dan dapat digunakan hasilnya oleh orang tertentu atau kelompok masyarakat dalam bidang tertentu.
  • Pengumpulan informasi
Prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam penulisan :

1. Evaluasi instrumen, guna mendapatkan data yang lebih akurat dan konsisten.
Instrumen adalah alat bantu penelitian untuk mengumpulkan data. Instrumen harus dapat diformulasikan dan disesuaikan dengan setiap teknik pengumpulan data (seperti tes, kuisioner, wawancara, observasi, dokumentasi). Karena itu, pengujian terhadap instrumen sangat penting dan mutlak dilaksanakan sebelum instrumen tersebut digunakan untuk pengumpulan data. Penulis harus menguji instrument dan mengetahui hasilnya terlebih dahulu, yaitu dengan pengujian keabsahan (validity) dan pengujian keterandalan (reliability). Hasil pengujian keabsahan bermanfaat untuk mengetahui sejauhmana kesesuaian antara konsep yang akan diteliti dengan uraian dan indicator yang digunakan pada instrumen, sedangkan pengujian keterandalan bermanfaat untuk mengetahui sejauhmmana tingkat ketepatan (akurasi) dan kemantapan (konsistensi) instrumen tersebut.
2. Evaluasi sumber data. Data yang dikumpulkan dapat berasal dari data primer dan/atau data sekunder.
3. Pembuatan catatan.
  • Pengorganisasian naskah
Terdapat beberapa prinsip penting untuk menyusun suatu penulisan ilmiah diantaranya:
  1. Pola kronologis, menjelaskan setiap langkah harus dilakukan secrara bertahap dan beraturan.
  2. Pola perbandingan, menyajikan persamaan dan/atau perbedaan antara dua atau lebih dari dua orang, tempat, benda, keadaan.
  3. Pola sebab akibat, menguraikan kejadian atau kekuatan yang dapat menghasilkan sesuatu, menjelaskan bagaimana sesuatu dapat berubah bila kondisinya berbeda.
  4. Pola spasial, mengungkapkan bentuk fisik atau dimensi geografis dari topik masalah, sehingga dapat mengarahkan pembaca melalui topik yang membahas beberapa lokasi.
  5. Pola analisis, adalah suau proses memerinci suatu subjek menjadi bagian dan dapat mengklarifikasinya.
Pola-pola tersebut biasanya digunakan secara kombinasi, baik digunakan pada setiap alinea atau untuk keseluruhan isinya. Untuk membagi dan mengklarifikasian isi naskah sangat tergantung pada panjang dan kompleksitas materinya. Judul bab harus dinyatakan secara jelas dan tepat, yang menggambarkan isi bab tersebut dan hubungan dengan penulisan secara keseluruhan. Bagian bab dapat digunakan untuk membagi bab yang panjang dan beragam isinya.
  • Penulisan naskah
Pada umumnya, penulisan ilmiah terdiri atas :
  1. Persiapan naskah,
  2. Naskah pertama.
  3. Revisi adalah Setelah naskah pertama selesai, lakukan pemeriksaaa kembali secara menyeluruh pada materi penulisan. Hal ini dilakukan dengan menyempurnakan yang kurang jelas dan perbedaan pada rangkaian tulisan, gunakan kata yang tepat dan struktur kalimat yang efektif. Upayakan agar setiap alinea hanya mengandung satu gagasan atau pokok bahasan. Revisi dapat dilakukan beberapa kali sehinga menjadi naskah kedua.
  4. Format.Penggunaan format tulisan seringkali berbeda. Namun, pada kenyataannya format mempunyai prinsip yang sama, yaitu : bagian pembuka, bagian isi dan bagian penutup.
  5. Editing. Editing akhir mencakup pemeriksaaan terhadap masalah dan mengaikannya dengan seluruh penulisan terutama pada pembahasan dan kesimpulan.
  6. Koreksi akhir. Koreksi akhir biasanya dilakukan pada hasil cetakan tulisan. Apakah masih terdapat kesalahan cetakan, tata bahasa, pemilihan kata atau penggunaan struktur kalimat?
Langkah-langkah Pembuatan Penulisan Ilmiah
  1. Memilih sebuah pokok soal (topik) yang ditulis dengan minat penulis
  2. Mencari sumber yang autoratif
  3. Membatasi pokok soal yang akan dibicarakan agar pengumpulan data, informasi dan fakta serta pengolahannya terfokus dan agar karangan dapat dikembangkan secara memadai, yaitu pernyataan-pernyataan didukung dengan hal-hal yang konkret dan spesifik.
  4. Mencari buku-buku, artikel yang membicarakan topik yang telah dipilih dan dibatasi.
  5. Menata bahan-bahan yang terkumpul berupa catatan-catatan menjadi suatu garis besar (kerangka karangan).
  6. Menyusun kerangka karangan yang final.
  7. Menulis draft pertama karangan (karangan sementara). Dalam menulis karangan sementara, kutipan, catatan kaki atau catatan akhir hendaknya diletakan pada tempatnya dan ditulis dengan jelas dan tepat.
Sistematika Penulisan Ilmiah
Hingga saat ini format penyajian penulisan ilmiah belum ada yang baku. Walaupun berbeda dalam format penulisannya, penyajian atau pemaparan suatu penulisan ilmiah tetap sama, yaitu logis dan empiris. Logis artinya masuk akal, sedangkan empiris artinya dibahas secara mendalam berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan. Penulisan ilmiah harus berdasarkan kegiatan ilmiah yaitu ada latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori, kerangka berpikir (konsep), hipotesis (tentative), metode penelitian, analisis dan uji hipotesis.
Bentuk laporan Penulisan Ilmiah
A.Bagian Awal, terdiri dari :
  1. halaman judul, ditulis sesuai dengan cover depan sesuai aturan yang ada.
  2. lembar pernyataan, merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan karya tulis ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
  3. lembar pengesahan, berisi daftar pembimbing atau guru pembina. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing.
  4. abstraksi, berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Ilmiah dengan maksimal 1 halaman.
  5. halaman kata pengantar, berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan pembuatan penulisan ilmiah.
  6. halaman daftar isi, berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.
  7. halaman daftar tabel (tentatif).
  8. halaman daftar gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta (tentatif).
B. Bagian Tengah, terdiri dari :
1. Bab pendahuluan, terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
  •  Latar belakang masalah, menguraikan alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
  • rumusan masalah, berisi masalah apa yang terjadi dan merumusan masalah dalam penelitian.
  • batasan masalah, memberikan batasan yang jelas dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak dikaji.
  • tujuan penelitian, menggambarkan hasil yang bias dicapai dari penelitian dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
  • metode penelitian, menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data. Jenis-jenis metode penelitian :
-studi pustaka : semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal
-studi lapangan : data diambil langsung di lokasi penelitian
-gabungan : menggunakan gabungan metode studi pustaka dan studi lapangan
  • sistematika penulisan, memberikan gambaran umum dari bab ke bab, isi dari penulisan ilmiah.
2. Bab landasan teori atau bab tinjauan pustaka, menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
3. Metode penelitian, menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
4. Bab analisis data dan pembahasan, membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
5. Bab kesimpulan dan saran, bab ini bisa terdiri dari kesimpulan 
saja atau ditambahkan saran. Kesimpulan, berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis yang diperoleh dari penelitian. Saran ditujukan kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian.
C. Bagian Akhir, terdiri dari :
  • lampiran, penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik atau tabel.
  • daftar pustaka, berisi daftar referensi yang digunakan dalam penulisan.
 
DAFTAR PUSTAKA

  1.  https://girlycious09.wordpress.com/tag/prinsip-kutipan/ sabtu, 26 desember 2015 pukul 20.00
  2.  http://akses-ilmu.blogspot.co.id/2013/03/definisi-dan-jenis-kutipan.html sabtu, 26 desember 2015 pukul 20.15
  3.  http://hendra-ruslim.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-prinsip-dan-jenis-kutipan.html sabtu, 26 desember 2015 pukul 20.25
  4. http://ycgroup.blogspot.co.id/2014/01/catatan-kaki-footnote-dalam-karya-ilmiah.html sabtu,26 desember 2015 pukul 21.30
  5. https://jhonysukarnoputra45.wordpress.com/tips-penulisan-catatan-kakifutnot/ sabtu, 26 desember 2015 pukul 21.45
  6. http://www.kelasindonesia.com/2015/03/tata-cara-penulisan-daftar-pustaka-yang-benar.html sabtu, 26 desember 21.55
  7. http://www.tipspendidikan.site/2015/04/cara-menulis-daftar-pustaka-yang-baik.html minggu 27 desember 2015 20.00
  8. http://www.tipspendidikan.site/2015/04/cara-menulis-daftar-pustaka-yang-baik.html minggu 27 desember 2015 21.00
  9. http://imstuff-it.blogspot.co.id/2015/01/konvensi-naskah.html senin 28 desember 2015 pukul 21.20
  10. https://aneneharief.wordpress.com/2012/03/22/konvensi-naskah-dan-penulisan-ilmiah/ 28 desember 2015 pukul 21.45