Sastra "Melayu Lama"

Senin, 18 Juli 2016

Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 - 1942, yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti "Langkat, Tapanuli, Padang dan daerah sumatera lainnya", Cina dan masyarakat Indo-Eropa. Karya
sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat.
Karya Sastra "Melayu Lama"

•Robinson Crusoe (terjemahan)
•Lawan-lawan Merah
•Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan)
•Graaf de Monte Cristo (terjemahan)
•Kapten Flamberger (terjemahan)
•Rocambole (terjemahan)
•Nyai Dasima oleh G. Francis (Indo)
•Bunga Rampai oleh A.F van Dewall
•Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe
•Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan
•Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya
•Cerita Siti Aisyah oleh H.F.R Kommer (Indo)
•Cerita Nyi Paina
•Cerita Nyai Sarikem
•Cerita Nyonya Kong Hong Nio
•Nona Leonie
•Warna Sari Melayu oleh Kat S.J
•Cerita Si Conat oleh F.D.J. Pangemanan
•Cerita Rossina
•Nyai Isah oleh F. Wiggers
•Drama Raden Bei Surioretno
•Syair Java Bank Dirampok
•Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang
•Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen
•Tambahsia
•Busono oleh R.M.Tirto Adhi Soerjo
•Nyai Permana
•Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo)
•dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya

website: http://bahasaindosugik.blogspot.co.id/2010/10/materi-bahasa-indonesia-kelas-xii-smama.html

Menulis Kritik dan Esai

Pernahkah kamu membaca kritik dan esai yang disampaikan seseorang melalui media cetak? Apakah bedanya dengan resensi? Diskusikanlah dengan temanmu untuk memahami tiga istilah, yakni resensi, kritik, dan esai! Pada semester 1, kamu telah membaca beberapa resensi buku Nonfiksi dan resensi kumpulan cerpen. Bahkan, kamu pun telah berlatih membuat resensi. Sekarang kamu akan mempelajari kritik dan esai.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1997 : 531 ), disebutkan kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap sesuatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Sedangkan esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya (Depdikbud, 1997: 270 ). Berdasarkan pengertian di atas, kritik dan esai merupakan sebuah karangan yang berisi ulasan dan pembahasan tentang suatu masalah dari sudut pandang seseorang.

Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam menyusun kritik dan esai, di antaranya sebagai berikut.

1. Pokok persoalan yang dibahas harus layak untuk diulas dan hasil ulasannya harus memberikan keteorangan atau memperlihatkan sebab musabab yang berkaitan dengan suatu peristiwa yang nyata. Jadi yang terpenting bukan apa yang diulas, tetapi bagaimana cara penulis memberikan ulasannya.

2. Pendekatan yang digunakan harus jelas, apakah persoalan didekati dengan pendekatan faktual atau imajinatif? Pendekatan faktual maksudnya mendekati pokok persoalan berdasarkan fakta dan datanya sebagaimana diserap pancaindra. Pendekatan imajinatif maksudnya mendekati pokok persoalan berdasarkan apa yang dibayangkan atau diangankan.

3. Ulasan yang menggunakan pendekatan faktual harus didukungoleh fakta yang nyata dan objektif. Penulis tidak bleh mengubah fakta untuk mendukung pandangannya. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, jangan samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

website: http://bahasaindosugik.blogspot.co.id/2010/10/materi-bahasa-indonesia-kelas-xii-smama.html

Pengertian, Tujuan, dan Ciri-Ciri Anekdot Serta Contohnya

Pengertian, Tujuan, dan Ciri-Ciri Anekdot Serta Contohnya| Hai kali ini seputar pengertian anekdot, tujuan, ciri-ciri dan contoh-contoh teks anekdot. Dalam pengertian anekdot menurut definisi para ahli mengatakan bahwa pengertian anekdot adalah sebuah cerita singkat mengandung canda tawa (lucu) atau menarik yang menggambarkan kejadian, seseorang atau terhadap gagasan tertentu. Sedangkan pengertian anekdot menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) yang bertuliskan bahwa pengertian anekdot adalah cerita lucu karna menarik dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Dengan bentuk dan gambaran yang singkat dan pendek, anekdot mempunyai sifat yang sangat lentur sehingga memiliki banyak pembaca. 

Tujuan Anekdot
  • Membuat dan membangkitkan tawa
  • Membuat pendengarnya terhibur
  • Menggambarkan karakter-karekter dengan singkat. 
  • Mengandung makna akan cerita singkat seputar kenangan-kenangannya. 
Ciri-Ciri Anekdot
  • Hampir menyerupai dengan dongeng
  • Menceritakan hewan dan manusia pada umum secara realistis 
  • Bersifat menggelitik, menyindir, dan lelucon 
  • Biasanya mengenai orang-orang penting.
Struktur Anekdot 
  • Abstrak : abstrak adalah bagian pertama dalam paragraf yang berperan dalam menggambarkan isi teks 
  • Orientasi : oritentasi adalah bagian awal yang menujukkan kejadian, permulaan, atau latar belakang peristiwa tersebut terjadi 
  • Even : even adalah bagian jalannya cerita yang menjelaskan latar dan watak 
  • Krisis : krisis adalah bagian yang terjadinya masalah atau kejadian-kejadian . 
  • Reaksi : reaksi adalah bagian cerita yang menjelaskan tentang penyelesaian sebuah masalah. 
  • Koda : koda adalah bagian akhir yang memberikan sebuah kesimpulan. 
  • Re-Orientasi : re-orientasi adalah bagian akhir cerita yang berisikan penutup. 
Contoh Anekdot 
Suatu hari rombongan politisi mengadakan kunjungan kerja ke suatu daerah, di dalam perjalanannya, bis yang ditumpangi rombongan politisi mengalami kecelakaan, kejadian itu dilihat oleh seorang petani yang tua. Melihat banyaknya korban meninggal, petani dan warga langsung mengubur massal. Suatu ketika polisi datang dan bertanya kepada petani "apakah  korban kecelakaan tidak ada yang hidup ?".. pak tani menjawab " memang ada korban yang menyatakan masih hidup tapi pak polisi tahu, kan politisi suka berbohong, yah saya kubur semuanya.
 
website: http://www.artikelsiana.com/2014/12/pengertian-tujuan-ciri-anekdot-contoh-anekdot.html

Ciri-ciri Biografi dan Strukturnya

Ciri-Ciri Biografi
Adapun ciri-ciri biografi antara lain sebagai berikut:
1. Biografi terdiri dari struktur: orientasi, peristiwa atau masalah, serta reorientasi
2. Berisi informasi fakta dan disajikan dalam bentuk narasi atau cerita
3. Faktualnya (fakta) menurut peristiwa hidup seseorang yang dinarasikan dalam tokoh biografi.
4. Komponen penting dalam teks biografi adalah Judul
Menarik dan mengesankan dari kehidupan tokoh yang diceritakan Mengagumkan dan mengharukan dari kehidupan tokoh yang diceritakan Dapat dicontoh dan diteladani dari kehidupan tokoh  

Struktur Biografi Struktur biografi adalah sebagai berikut:
1. Orientasi: Orientasi merupakan bagian yang menjelaskan pengenalan tokoh yang berisi gambaran awal tokoh yang diceritakan dalam biografi tersebut.
2. Peristiwa dan Masalah: Bagian peristiwa atau kejadian yang berisi sebuah peristiwa atau kejadian pernah dialami, termasuk didalamnya berisi tentang masalah yang pernah dihadapinya dalam tujuan serta cita-citanya. Hal-hal yang menarik, mengagumkan, mengesankan, dan mengharukan pernah dialami tokoh diuraikan dalam bagian ini.
3. Reorientasi: Reorientasi adalah bagian penutup yang berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang bersifat opsional artinya dapat ada atau tidak.

website: http://www.artikelsiana.com/2015/09/pengertian-biografi-ciri-ciri-biografi.html

Jenis-jenis Paragraf

a. Paragraf Eksposisi yaitu " paragraf yang isinya memaparkan suatu masalah atau peristiwa ". Contoh: Kegiatan dalam memeriahkan HUT RI ke 69 tanggal 17 Agustus 2014 di desa Simpang Pematang. Semua warga desa Simpang Pematang turut memeriahkan acara HUT RI ke 69 dengan mengikuti beragam perlombaan yang disediakan oleh panitia, perlombaan tersebut antara lain : panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, memasukkan paku kedalam botol, tarik tambang dan lain sebagainya.

 b. Paragraf Deskripsi yaitu " paragraf yang isinya menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa dengan kata-kata sehingga para pembaca seolah-olah merasakan, melihat, mendengar dan mengalami langsung keadaan atau peristiwa tersebut ". Contoh: Malam bulan purnama yang meriah. Cahaya bulan purnama yang sangat terang. Keadaan malam bagaikan siang, yang terang bukan saja di tempat-tempat yang lapang, bawah pepohonan pun tampak terang. Anak-anak terlihat senang sekali, ada yang main kejar-kejaran, main sumput-sumputan, dan juga ada yang main pencak silat. Anak-anak remajapun tidak mau ketinggalan, mereka banyak menikmati sinar bulan purnama dengan duduk-duduk santai dibawah pohon. Sebagian lagi jalan-jalan berkeliling kampung.

c. Paragraf Argumentasi yaitu " paragraf yang isinya meyakinkan pembaca sehingga pembaca menerima gagasan penulis ". Contoh: Membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan. Seorang dokter pasti selalu membaca buku-buku medis, sebab tanpa membaca buku medis ia akan banyak mengalami kesulitan ketika akan mendeteksi penyakit pasien. Seorang pelajar, tanpa mau membaca buku pelajaran secara rutin, pasti akan banyak mengalami kesulitan ketika menjawab pertanyaan dari guru. Banyak lagi contoh-contoh membaca yang selalu dilakukan oleh seseorang.

 d. Paragraf Persuasi yaitu " paragraf yang isinya membujuk atau mempengaruhi pembaca agar mau mengikuti pendapat atau gagasan penulis ". Jenis paragraf ini hampir sama dengan paragraf argumentasi bahwadiawal paragraf penulis menyajikan pendapat dahulu kemudian disajikan pernyataan yang berupa alasan . Perbedaannya yaitu pada paragraf argumentasi alasan yang digunakan berupa fakta, sedangkan pada paragraf persuasi alasannya berupa kalimat himbauan, ajakan atau harapan penulis. Contoh: Membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan. Sebab seseorang yang tidak mau membaca buku pasti tidak banyak memiliki pengetahuan. Pengetahuan itu banyak bersumber dari buku. Anak yang pintar misalnya, dia pasti menjadi kutu buku. Tiada hari tanpa membaca baginya. siapa saja yang kurang membaca pasti ia sangat terbatas pengetahuannya. Oleh karena itu biasakanlah membaca buku-buku ilmu pengetahuan, bila ingin memiliki ilmu pengetahuan.

e. Paragraf Narasi yaitu " paragraf yang isinya menceritakan masalah atau suatu peristiwa , sehingga pembaca dapat terhibur atau terharu terhadap masalah atau peristiwa yang terjadi ". Contoh: Beberapa minggu yang lalu kami telah melakukan perjalanan ke Lampung. Rombongan kami terdiri dari 5 mobil pribadi. Kendaraan kami melaju dengan cepat secara beriringan. Perjalanan sangat menyenangkan, tak seorangpun yang tidak gembira. Semua sangat bahagia melihat pemanandangan walau hanya didalam mobil ketika suasana dan gemerlapnya lampu-lampu yang menghiasi kota Bandar Lampung.

website:http://www.artikelsiana.com/2015/10/pengertian-paragraf-ciri-fungsi-jenis.html#

Laporan Penulisan Ilmiah - Bahasa Indonesia

Sabtu, 04 Juni 2016

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Ilmiah ini sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
Shalawat serta salam tak lupa selalu tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW, para sahabat dan pengikutnya yang telah menghantarkan manusia dari jaman kegelapan sampai jaman yang terang menderang seperti saat ini.
Penulisan Ilmiah ini berjudul ““ Aplikasi Augmented Reality Pengenalan Bentuk-Bentuk dan Fungsi Gigi Berdasarkan Bentuknya Menggunakan Blender dan Unity”.
ditulis untuk melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar setara sarjana muda di Universitas Gunadarma. Pada kesempatan ini, izinkanlah penulis menyampaikan rasa hormat dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas telah memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis dalam menyelasaikan penulisan ilmiah ini, terutama kepada :
Penulis menyadari bahwa penulisan ilmiah ini asih jauh dari sempurna, baik bentuk, isi, maupun teknik penyajiannya. Oleh sebab itu kritikan yang bersifat membangun dari berbagai pihak , penulis terima dengan tangan terbuka. Semoga Penulisan Ilmiah ini bermanfaat dan memenuhi sasarannya.
DEPOK
Dwi Nastiti
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……...……………………………..........i
KATA PENGANTAR……………..…………………......... ii
DAFTAR ISI………………………………..…………......... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah……………………………….. 1
B. Rumusan Masalah……………………………………........2
C. Tujuan Penelitian……………………………………...…. 2
D. Metode Penelitian .................. 2
E. Sistematika Penulisan................3
BAB II LATAR BELAKANG DAN HIPOTESIS
A. Latar Belakang………………………………………… 4
B. Hipotesis………………………………………………. 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………. 5
B. Saran…………………………………………………... 5
DAFTAR PUSTAKA…………………………………. 6
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi saat ini terlihat sangat pesat. Dimana penggunaan teknologi dalam berbagai bidang merupakan suatu keharusan. Karena teknologi dinilai dapat memberikan berbagai kemudahan dan manfaat bagi penggunanya.
Manfaat yang diberikan oleh teknologi diantaranya adalah dalam bidang pendidikan. Dimana teknologi memberikan alternatif atau terobosan dalam memberikan pengetahuan kepada penggunanya. Alternatif dan terobosan yang diberikan oleh sebuah teknologi dapat memberikan suasana baru dalam aktifitas belajar mengajar, menciptakan suasana yang lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Karena kebanyakan orang cenderung tertarik pada penyampaian informasi melalui media gambar dibanding membaca buku.
Augemented Reality merupakan bentuk perkembangan teknologi yang menarik dan unik. Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang digunakan untuk menggabungkan obyek pada dunia maya ke dunia nyata secara real-time. Augmented Reality diharapkan dapat menjadi salah satu pelengkap dalam metode pembelajaran saat ini. Dalam mata pelajaran IPA tingkat SD terdapat materi tentang pengenalan bentuk-bentuk gigi pada manusia dan fungsi gigi berdasarkan bentuknya. Oleh karena itu penulis, ingin mengembangkan teknologi AR ini dalam bidang pendidikan khususnya bagi anak-anak tingkat sekolah dasar yang berjudul “ Aplikasi Augmented Reality Pengenalan Bentuk-Bentuk dan Fungsi Gigi Berdasarkan Bentuknya Menggunakan Blender dan Unity”.
1.2 Batasan Masalah
Pembuatan Augemented Reality ini dibatasi hanya seputar menampilkan informasi bentuk-bentuk gigi dan fungsi masing-masing gigi berdasarkan bentuknya. Teknologi ini akan dijalankan pada perangkat mobile, bersistem operasi android. Aplikasi ini dilengkapi oleh fitur informasi disamping obyek 3 dimensi serta memiliki beberapa marker sebagai tempat objek 3 dimensi. Penulis menggunakan beberapa software untuk membuat sebuah aplikasi augmented reality berbasis android, diantaranya : Blender, Unity 3D, Android SDK dan Vuforia.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah memberikan gambaran mengenai bentuk - bentuk gigi pada manusia dan proses pembuatan teknologi Augmented Reality. Serta aplikasi augmented reality ini dapat membantu dan memudahkan penggunanya dalam memahami bentuk serta fungsi dari gigi manusia. Dengan hal ini diharapkan pengguna lebih tertarik dalam pengenalan obyek gigi dalam bentuk tida dimensi.
1.4 Metode Penelitian
Dalam proses pembuatan Augmented Reality ini, penulis melakukan beberapa metode penelitian , diantaranya :
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini, penulis melakukan perencanaan untuk memebuat aplikasi augmented reality. Menentukan perangkat keras dan perangkat lunak apa saja yang dibutuhkan dalam membuat aplikasi AR tersebut.
2. Analisis
Pada tahap analisis ini, penulis menganalisa apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna dalam pembuatan aplikasi AR , fitur-fitur apa yang dibutuhkan.
3. Perancangan
Pada tahap perancangan, penulis mulai merancang aplikasi dari proses pembuatan objek, merancang user interface, membuat objek menjadi augmented reality sampai perancangan hasil output.
4. Implementasi
Pada tahap ini penulis melakukan implementasi melalui perangkat keras berbasis android.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah dalam melakukan penulisan dan memahami isi dari penulisan ilmiah ini maka diperlukan suatu sistematika penulisan yang dibagi menjadi 4 bagian :
1. PENDAHULUAN
Pada bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang penulisan ilmiah, batasan masalah , tujuan penulisan, metode penelitian serta sistematika penulisan yang digunakan.
2. TINJAUAN PUSTAKA
Pada pokok bahasan ini menjelaskan tentang teori-teori yag mendukung atau yang berhubungan dengan penulisan ilmiah. Teori yang dibahas seputar bentuk gigi dan fungsi-fungsi gigi berdasarkan bentuknya, sistem augmented reality, dan mengenai blender, android SDK, Unity dan vuforia.
3. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
Pada pokok bahasan ini membahas perihal rancangan yang terdiri dari perancangan sistem, rancangan dan tampilan aplikasi, pembuatan marker, serta tahapan atau proses pembuatan aplikasi augmented reality.
4. PENUTUP
Pokok bahasan ini merupakan bagian akhir dari penulisan ilmiah ini yang berisikan kesimpulan dan saran.
BAB II
LATAR BELAKANG DAN HIPOTESIS
A. Latar Teori
Augmented Reality adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, namun Augmented Reality hanya menambahkan atau melengkapi kenyataan.
Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat Augmented Reality sesuai sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata.
Selain menambahkan benda maya dalam lingkungan nyata, Augmented Reality juga berpotensi menghilangkan benda-benda yang sudah ada. Menambah sebuah lapisan gambar maya dimungkinkan untuk menghilangkan atau menyembunyikan lingkungan nyata dari pandangan pengguna. Misalnya, untuk menyembunyikan sebuah meja dalam lingkungan nyata, perlu digambarkan lapisan representasi tembok dan lantai kosong yang diletakkan di atas gambar meja nyata, sehingga menutupi meja nyata dari pandangan pengguna.
Augmented Reality dapat diaplikasikan untuk semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur, Augmented Reality juga telah diaplikasikan dalam perangkat-perangkat yang digunakan orang banyak, seperti pada telepon genggam.
Ronald T. Azuma (1997) mendefinisikan augmented reality sebagai penggabungan benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antarbenda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata. Penggabungan benda nyata dan maya dimungkinkan dengan teknologi tampilan yang sesuai, interaktivitas dimungkinkan melalui perangkat-perangkat input tertentu, dan integrasi yang baik memerlukan penjejakan yang efektif.
Selain menambahkan benda maya dalam lingkungan nyata, realitas tertambah juga berpotensi menghilangkan benda-benda yang sudah ada. Menambah sebuah lapisan gambar maya dimungkinkan untuk menghilangkan atau menyembunyikan lingkungan nyata dari pandangan pengguna. Misalnya, untuk menyembunyikan sebuah meja dalam lingkungan nyata, perlu digambarkan lapisan representasi tembok dan lantai kosong yang diletakkan di atas gambar meja nyata, sehingga menutupi meja nyata dari pandangan pengguna.
B. Hipotesis
a. Augmented reality merupakan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dan lebih menarik
b. Augmented reality merupakan teknologi yang menggabungkan duni maya dengan dunia nyata.
BAB III
PENUTUP
Augmented Reality (AR) atau dalam bahasa indonesia Realitas Tertambah adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.
Kombinasi dari teknologi ini memungkinkan penggabungan secara real-time antara konten virtual pada komputer degan tampilan secara langsung pada video .
Dalam implementasinya ruang lingkup aplikasi Augmented Reality (AR) dapat meliputi dunia hiburan, pendidikan, seni, navigasi, visualisasi, manufaktur, kesehatan dan militer. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality sudah mulai banyak dikembangkan untuk dunia pendidikan sebagai alat bantu pembelajaran. Sebagai contoh pemanfaatan teknologi Augmented Reality digunakan untuk mempelajari anatomi.
Di dalamnya seorang pelajar dapat mempelajari organ tubuh manusia, misalnya bagian tengkorak manusia dalam bentuk 3 dimensi secara virtual dan berinteraksi dengan objek virtual tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://rizkyadinegoro.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-augmented-reality-ar-dan.html
2. http://nurulfikri.com/index.php/tentang-kami/41-highlight-news/tulisan-dosen/166-pemanfaatan-augmented-reality-ar-dalam-dunia-pendidikan
3. http://i-started.blogspot.co.id/2013/01/universitas-gunadarma-penulisan-ilmiah.html

Membaca Puisi

Kamis, 02 Juni 2016

MEMBACA PUISI KARYA SENDIRI
Puisi merupakan karangan yang bentuknya terikat dan bahasanya padat. Jika diperhatikan bentuknya, puisi terikat bait, jumlah larik tiap bait, adanya sajak/persamaan bunyi, dan irama atau pertentangan bunyi. Saat membaca puisi, kita harus menggunakan ekspresi. Ekspresi adalah pengungkapan diri. Ekspresi bisa bermacam-macam, bisa ekspresi menangis saat sedih, ekspresi tertawa saat senang dan ekspresi bingung saat bingung.
Cara berekspresi yang tepat saat membaca puisi yaitu sebagai berikut :
a. Pahamilah isi puisi.
b. Berdirilah dengan tenang
c. Bacalah dengan ekspresi yang tepat