LAPORAN

Jumat, 22 April 2016

A. PENGERTIAN
Laporan adalah sajian fakta secara objektif mengenai peristiwa yang terjadi. Laporan kemudian diartikan sebagai suatu cara komunikasi untuk menyampaikan hal-hal penting kepada seseorang atau suatu badan hukum sehubungan dengann tugas yang dibebankan kepadanya.
B. FUNGSI LAPORAN
1. Mengatasi suatu masalah
2. Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif
3. Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah
4. Mengadakan pengawasan dan perbaikan
5. Menemukan teknik-teknik baru
C. CIRI-CIRI LAPORAN YANG BAIK
1. Objek yang diamati harus menarik
2. Objektif
3. Disusun secara sistematis
4. Meyertakan fakta yang akurat dan meyakinkan sehingga isi laporan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
5. Menggunakan bahasa yang efektif dan logis. Kata dan kalimat yang digunakan harus memiliki ketepatan dan kejelasan makna dan menghindari timbulnya kegandatafsiran. Isinya harus disajikan secara sistematis dan menggunakan penalaran yang jelas. Selain itu, laporan harus disusun secara menarik dan enak dibaca.
D. SIFAT-SIFAT LAPORAN
1. Laporan itu harus mengandung imajinasii. Pelapor dalam hal ini harus mengetahui secara tepat tentang pihak yang menerima laporan itu.
3. Laporan harus disajikan secara menarik. Suatu laporan dikatakan menarik bukan karena penerima laporan memerlukan laporan itu. melainkan karena nilai lebih yang disajikan dalam laoran itu, baik dalam hal bahasa yang jelas, isinya yan berbobot, atau pun sistematikanya yang logis dan mudah dicerna.

CERPEN

1. PENGERTIAN
Cerpen ( Cerita Pendek) adalah karanngan pendek yang berbentuk prosa. Dikatakan pendek karena cerpen hanya berisi satu masalah saja. Satu masalah tersebut merupakan satu bagian kehidupan tokoh (tidak mengalami perubahan nasib) dan hanya menampilkan perwatakan tokoh secara sekila. Pada umumnya, latar cerpen tidak berpindah. Selain itu, ccerpen menggunakan alur rapat (cepat sekali) karena tidak ada alur yang menyimpang/ bercabang. Hal inilah yang membuat cerpen dapat cepat selesai dalam sekali baca.
2. UNSUR DALAM CERPEN
A.UNSUR INTRINSIK
- TEMA
Tema adalah gagasan pokok yang mendasari sebuah karya. Tema sebuah cerita disajikan secara tersirat atau implisit. Pembaca harus merumuskan sendiri. Dalam cerita, tema didukung oleh penggambaran latar, tingkah laku, dan sifat tokoh. Tema merupakan gagasan dasar yang menjadi landasan tematik penulisan cerpen. Tema menjadi semacam benang merah yang merangkai unsur-unsur cerita mulai alur, plot, sampai penokohan dan karakterisasi tokoh-tokohnya. rangkaian tersebut menjadi cerpen yang utuh. untuk menemukan tema, terlebih dahulu harus diidentifikasi masalah yang ditemukan dalam cerita.
- LATAR
Latar adalah segala keterangan yang berhubungan dengan waktu, tempat, waktu dan suasana yang tergambar ketika cerita/ peristiwa berlangsung.
1. Latar Waktu berhubungan dengan kapan cerita berlangsung : siang, pagi, atau yang lainnnya.
2. Latar Tempat berhubungan dengan dimana cerita tersebut terjadi : dirumah, disekolah, atau ditempat yang lainnya..
3. Latar suasana berhubungan dengan bagaimana unsur psikologis ketika cerita berlangsung : tegang, menyenangkan, sedih, kecewa atau perasaan lainnya.
-ALUR
Alur yang disebut juga plot atau jalan cerita adalah peristiwa yag terbentuk karena proses sebab akibat (kausal) dari peristiwa lainnya. Alur membentuk rangkaian peristiwa dalam cerita. berbagai peristiwa yang ada dalam cerita memiliki hubungan yang erat karena kehadiran satu peristiwa menyebabkan hadirnya peristiwa lainn.
-KONFLIK
Konflik adalah benturan kepentingan atau masalah antartokoh cerita. Konflik adalah pertikaian atau pertentangan antar dua karakter yang berbeda. secara garis besar, dalam suatu cerita terdapat dua karakter (protagonis dan antagonis) yang masing-masing mempertahankan idenya. Perbedaan karakter inilah yang menyebabkan adanya konflik.
-TOKOH
Tokoh adalah individu rekaan atau pelaku yang menyampaikan cerita. cerpen hanya menggunakan manusia sebagai tokoh. Jumlahnya tidak banyak, hanya dua sampai tiga orang saja. perwatakan pun digambarkan secara sekilas. Unsur yang paling esensial adalah tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib.
-PENOKOHAN
Penokohan adalah cara pengarang dalam menggambarkan karakter tokoh-tokoh. Penokohan yang kerap disebut sebagai karakter adalah sikap, ketertarikan, keinginan, emosi, dan prinsip moral yang dimiliki tokoh cerita. ada beberapa cara menggambarkan karakter tokoh, antara lain menyebutkan secara langsung, gambaran fisk, perilaku, tata bahasa tokoh, lingkungan kehiduoan dan pikiran tokoh.
-AMANAT
Amanat adalah ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembacanya. Pada amanat terkandung nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat bagi manusia, seperti :
1. Nilai Moral : nilai yang berhubungan dengan perbuatan baik- buruk , etika dan budi pekerti.
2. Nilai Budaya : nilai yang berhubungan dengan adat-istiadat atau kebiasaan-kebiasaan yang bernilai tinggi dalam kehidupan masyarakat
3. Nilai Sosial : nilai yanh berhubungan dengan norma dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya suka menolong atau membantu.
4. Nilai keagamaan : nilai yang berhubungan dengan kegiatan ibadah, kepercayaan, atau unsur ketuhanan.
- SUDUT PANDANG
Sudut Pandang (point of view) merupakan cara pengarang menceritakan tokoh-tokohnya. Sudut pandang terdiri atas sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.
-GAYA BAHASA
Gaya bahasa merupakan bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Penggunaan gaya bahasa ini dapat mengubah serta menimbulkan konotasi tertentu. Gaya bahasa merupakan retorik, yaitu penggunaan kata dalam berbicara dan menulis untuk meyakinkan atau mempengaruhi penyimak atau pembaca. B. UNSUR EKSTRINSIK
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang mneyusun sebuah karya sastra dari luar. Unsur ekstrinsik sebuah cerpen adalah sebagai berikut :
1. Subyektifitas Pengarang
keyakinan dan lingkungan hidup seseorang pengarang akan sangat berpengaruh pada karya yang ditulisnya. 2. Keadaan Psikologis
Keadaan Psikologis pengarang sangat berpengaruh pada warna karyasastra yang dibuatnya. Pengarang muda tentu karyanya akan brbeda debgab pengarang senior.
3. Keadaan Lingkungan
Lingkungan hidup pengarang akan mempengaruhi ide cerita yang diangkat dalam karya sastra.
4. Pandangan Hidup atau Agama suatu bangsa akan mempengruhi arah karya sastra.

KARANGAN ILMIAH KELOMPOK 15

FRASA

Jumat, 11 Maret 2016

PENGERTIAN FRASA

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonprediktif. Nonprediktif maksudnya gabungan tersebut menduduki fungsi yang sama dalam kalimat, misalnya subjek, predikat, atau objek. Frasa memiliki unsur inti. Inti frasa merupakan unsur utama/ pokok yang diterangkan (D) dan atribut pewatas merupakan unsur yang menerangkan (M).
Berikut ini merupakan macam-macam frase berdasarkan distribusi unsur pembentuknya.
A. Frasa Eksosentris
Frasa Eksosentris merupakan frasa yang mempunyai ketidaksamaan penyebaran dengan unsurnya atau tidak memiliki inti frasa. Cirinya diawali kata depan dan sambung.
B. Frasa Endosentris
 Frasa endosentris adalah frasa yang memiliki kesamaan distribusi (penyebaran) dengan unsurnya atau memiliki inti frasa.
Frasa Endosentris dibagi dua : 
  1. Frasa endosentris koordinatif merupakan frasa endosentris yang terdiri atas unsur setara, dapat disidipi kata dan atau atau.
  2. Frasa endosentris atributif merupakan frasa endosentris yang terdiri atas ketidaksetaraan unsur. Frasa endosentris atribut dibagi tiga sebagai berikut : 
  • Atribut berimbuhan . contohnya : anak tertua, garis pembatas.
  • Atribut tidak berimbuhan. contohmya : sedang makan, halaman luas
  • Endosentris Apositif. Frasa endosentris apositif adalah frasa endosentris yang atributnya berupa keterangan tambahan

Menentukan ide pokok atau gagasan utama

Menentukan Ide Pokok Atau Gagasan Utama
  
Paragraf merupakan bagian dari suatu karagan. Paragraf mengandung beberapa unsur. Unsur-unsur yang terdapat dalam paragraf berupa masalah, ide, pokok, kalimat utama, kalimat penjelas, fakta, ataupun pendapat.
Masalah merupakan sesuatu yang harus diselesaikan atau dicari jalan keluarnya. Ide Pokok merupakan gagasan yang mendasari terbentukya sebuah paragraf. Ide pokok disebut juga gagasan utama atau gagasan pokok. Ide pokok terletak diawal, akhir , awal dan akhir atau diseluruh paragraf. Ide pokok dalam suatu paragraf didukung oleh beberapa kalimat penjelas.
Paragraf yang memiliki ide pokok diawal paragraf disebut paragraf deduktif. Paragraf yang memiliki ide pokok diakhir disebut paragraf induktif. Paragraf yang memiliki ide poko didepan dan dibelakang disebut paragraf campuran. Paragraf yang memiliki ide pokok diseluruh paragraf disebut paragraf narasi.

MEMBACA NON SASTRA

A. Memaknai Kata/Istilah

Paragraf disusun menggunakan kalimat-kalimat saling berkaitan. Kalimat dalam paragraf disusun dari beberapa kata. Setiap kata tersebut memiliki makna atau arti. Oleh sebab itu, dalam membentuk kalimat atau paragraf sebuah kata harus benar-benar dippilih agar mampu menyampaikan maksud penulis.
Kesalahan penggunaan kata-kata atau istilah akan menimbulkan penafsiran berbeda. Kata-kata atau istilah yang digunakan dapat berupa kata baku, kata bersinonim, kata berantonim, kata bermakna konotasi atau denotasi, dan kata yang mengalami perubahan makna. Istilah berhubungan dengan pengungkapan makan konsep, proses, keadaan atau sifat dibidang tertentu.
 Makna kata atau istilah yang sering muncul dalam soal UN adalah makna kata leksikal. Makna leksikal merupakan makna yang terdapat pada kata dasarnya tanpa bergabung dengan bentuk lain. Makna leksikal dapat dilihat dalam kamus bahasa Indonesia.
B. Mengindetifikasi Informasi Tersurat dalam Teks Nonsastra
Sebuah paragraf atau bacaaan mengungkapkan suatu informasi tersurat berupa peristiwa, gagasan, atau masalah. Masalah dalam bacaan dapat berupa fakta dan opini.
Fakta merupakan peristiwa atau kejadian benar-benar terjadi. Semua orang akan mengatakan pernyataan sama terhadap sebuah fakta. Lawan dari kata fakta adalah pendapat (opini). Pendapat (opini) merupakan gagasan, ide, atau pemikiran seseorang terhadap suatu peristiwa, objek, atau masalah. Pendapat seseorang terhadap suatu masalah atau peristiwa dapat berbeda dari pendapat orang lain.
Masalah atau peristiwa yang terdapat dalam teks dapat dibuat sebuah pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam teks. Pernyataantentang isi teks atau bacaan menggunakan kata tanya sebagai berikut:
1. Apa untuk menanyakan masalah, peristiwa atau kejadian yang dibahas dalam teks
2. Siapa untuk menanyakan orang yang dibahas dalam teks
3. Di mana untuk menanyakan tempat peristiwa yang dibahas dalam teks
4.  Kapan, untuk menanyakan waktu peristiwa yang dibahas dalam teks
5. Mengapa, untuk menanyakan sebab, masalah , peristiwa, atau kejadian dalam teks
6. Bagaimana untuk menanyakan proses terjadinya masalah atau kejadian dalam teks
 Objek atau masalah tersebut diungkapkan penulis dengan tujuan tertentu. Tujuan tersebut ditujukan kepada pembaca.